488 Jamaah Haji tiba di Kudus

0
229
Rombongan jamaah haji Kudus saat turun dari bus di gedung JHK, kemarin

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pemulangan jamaah haji asal Kabupaten Kudus tahap pertama dimulai Rabu (20/7). Jamaah kloter 7 yang berjumlah 53 orang tersebut tiba di Kudus jam 17.00 wib. Jamaah haji asal Kabupaten Kudus tiba di Kudus pada Sore ini, Rabu (20/7). Para jamaah transit di Gedung JHK Kudus.

Sementara, untuk tahap 2 dengan kloter jamaah yang berjumlah 347 orang dan tahap 3 berjumlah 80 orang akan tiba di Kudus pada Kamis pukul 05.30 wib dan 23.35 WIB. Transit jamaah haji asal Kudus itu disambut oleh Kesra Kabupaten Kudus dan para keluarga jamaah yang sudah menunggu.

Bupati Kudus melalui Kabag Kesra Kabupaten Kudus, Syafi’i dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh jamaah kloter 7 yang dipulangkan pada hari ini. Mewakili pemerintah, pihaknya mengimbau sekaligus berharap kepada para jamaah untuk menjaga kesehatannya karena masih dalam proses pemantauan.

“Selamat datang jamaah kloter tujuh, insyaallah haji mabrur dan semoga bisa beri kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kudus,” ungkapnya.

Dari 490 peserta haji selamat sampai tanah air kecuali dua orang yang meninggal di tanah suci ketika melakukan ibadah haji.

Salah satu jamaah haji, Siti Magfiroh menceritakan pengalaman berharganya ketika melakukan ibadah haji di tanah haram. Menurutnya, ketika beribadah langsung di depan Ka’bah adalah pengalaman luar biasa yang menyentuh hati.

“Ketika berdoa langsung melihat kakbah, Kita berdoa sungguh luar biasa sampai menteskan air mata, karena tidak semua orang merasakannya,” ujarnya.

Menabung sejak tahun 2011, Magfiroh yang dulunya adalah seorang guru TK bersama suaminya bertekad kuat untuk menunaikan ibadah haji. “Meskipun secara ekonomi tidak mampu, tapi atas izin Allah, dalam 3 tahun kesempatan yang diberikan untuk mendaftar bisa dipenuhi biayanya,” ucap perempuan yang bekerja sebagai pendamping PKH itu.

Hal serupa juga dirasakan oleh Siti Fatimah (64), warga asal kota Malang yang mendaftar haji lewat kloter Kudus. Rasa syukur Fatimah tercurahkan setelah ia tiba di Kudus. Sakit stroke dan diabetes yang diderita tak menyurutkan semangat Fatimah. Meskipun disana hanya melakukan ibadah wajib saja, ia sangat bersyukur bisa menunaikan ibadah di tanah suci.

“Saya dulu adalah Kristen, tahun 2010 masuk Islam dan tahun depannya mendaftar haji. Perasaan campur aduk nangis bahagia menunggu 11 tahun sudah tertunaikan,” ujarnya.

“Alhamdulillah disana banyak teman-teman yang membantu saya, saya dirawat dengan baik sampai bisa menunaikan ibadahnya,” tambahnya.(sim/adb)

Comments