
MALAYSIA,Suaranahdliyin.com – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia mulai 17 Agudtud – 12 Septembet 2026. Ia mengangkat program pengabdian masyarakat bertajuk “Nirmala Jiwa Islami Seni Silat Nusantara”.
Menurut inisiator kegiatan mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Sunan Kudus, Winda Yuli Filani, program ini dilaksanakan khusus bagi anak-anak penghuni Pusat Jagaan Lembaga Pengurusan Kebajikan Anak Yatim & Miskin Paya Rumput Jaya Sungai Udang Melaka (PAYASUM), sebuah institusi resmi berdaftar ROS di Melaka, Malaysia, yang menghimpun serta mengurus kebajikan anak-anak yatim dan miskin Islam.
“Program Nirmala Jiwa Islami memadukan ketangkasan fisik Pencak Silat Pagar Nusa dengan penguatan psikologis dan spiritual modern, yakni Self Awareness (Kesadaran Diri) serta terapi Syifa’ (Self-Healing,”ujarnya.
Ia menjelaskan materi dan susunan modul pelatihan pun dikemas berstandar rumpun Melayu-Nusantara. Penggunaan terminologi kebudayaan regional seperti sahsiah diri, kain samping, hingga pengenalan warisan persenjataan tradisional Nusantara khususnya kipas dan golok dihadirkan untuk membuka wawasan peserta bahwa seni silat merupakan warisan kebudayaan Islam Nusantara yang diakui dunia.
“Nirmala Jiwa Islami membawa pesan mendalam. Nirmala berarti suci dan bersih, Jiwa merujuk pada kebersihan hati, serta Islami berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Melalui media Silat Nusantara, kami ingin membina anak-anak asuh di PAYASUM agar tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga anggun dalam berakhlak mulia serta bangga akan identitas budaya Islam Nusantara,”ungkap Winda Yuli Filani.
Selama pelaksanaan program, lanjut dia, para peserta dibekali teknik dasar pencak silat, mulai dari kuda-kuda, variasi tendangan, hingga pemantapan Jurus Baku SD A Pagar Nusa. Penanaman akidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) diinternalisasikan secara kuat melalui pengerjaan Salam Pagar Nusa, yang mengajarkan ketakwaan, amr ma’ruf nahi mungkar serta semangat persaudaraan universal.
“Sesi latihan ditutup dengan pendekatan Syifa’ (Self-Healing) melalui relaksasi pernapasan, zikir, dan tafakur singkat untuk melatih ketenangan batin dan menguatkan rasa syukur,” tuturnya.
Puncak keberhasilan program ini ditunjukkan pada acara penutupan KKN Internasional. Sebanyak 6 anak penghuni PAYASUM tampil memukau memperagakan pertunjukan Seni Silat Nusantara hasil pembinaan selama program berlangsung. Penampilan tersebut disambut haru dan penuh apresiasi oleh para pengurus lembaga serta tamu undangan yang hadir.
“Melalui integrasi nilai Islami, tradisi Pagar Nusa, dan wawasan kebudayaan internasional ini, kami berharap dapat memberikan sumbangsih nyata dalam mencetak generasi muda Nahdliyin yang berakhlakul karimah dan siap bersaing di kancah global.”imbuh Winda. (lis/adb)




































