
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Peringatan hari lahir (harlah) ke-97 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU harus menjadi momentum refleksi dalam upaya meningkatkan kualitas satuan pendidikan di berbagai tingkatan. Termasuk pula, menumbuhkan gairah semangat madrasah sekolah NU untuk ber-ma’arif
Demikian yang mengemuka dalam tasyakuran harlah ke-97 LP Ma’arif yang diselenggarakan LP Ma’arif NU kecamatan Gebog Kudus di Warung Seni Pawon Joglo, Sabtu (29/9/3036). Tasyakuran dihadiri pengurus Ma’arif, Kepala MINU, MTs NU, MA NU dan SMK NU di lingkungan Ma’arif NU Gebog.
Wakil ketua LP Ma’arif NU Kudus Abdul Hadi yang turut hadir pada kesempatan itu mengajak merenung terhadap eksistensi satuan pendidikan sebagai sekolah madrasah yang dicari masyarakat atau tergolong mencari siswa. Dari sini, pimpinan satuan pendidikan harus terus berupaya menjadikan lembaga semakin baik..
“Madrasah-sekolah NU tetap dikelola dsn dikembangkan dengan baik sehingga bisa semakin bertambah maju,”tandasnya.
Ia juga mengajak stakeholder satuan pendidikan di bawah naungan Ma’arif tetap memiliki kesadaran ber-ma’arif dengan pemahaman organisasi NU secara utuh dan kaffah, tidak setengah setengah.
“Madrasah sudah ada papan namanya berlabel Ma’arif, itu sebuah tanda kemajuan. Tetapi tidak hanya sekadar itu, madrasah harus lebih ditingkatkan (kualitasnya),”harapnya.

Sekretaris MWC NU Gebog H. Kamaludin Basith mengharapkan pengelola satuan pendidikan NU tetap semangat berjuang penuh keikhlasan.
“Tidak semua orang bisa berjuang seperti ini di lembaga pendidikan ma’arif. Ini sebuah kehormatan yang harus diniati dengan ikhlas, ” tegasnya.
Sementara ketua LP Maarif NU kecamatan Gebog H. Mahfudz Nahrowi menjelaskan kegiatan tasyakuran harlah ini merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan semangat ber-ma’arif bagi madrasah sekolah NU
“Ibaratnya, kita butuh purwoceng (tanaman penambah stamina) supaya lebih semangat gairah ber-ma’arif dalam mengelola madrasah sekolah,”ujarnya.
Sebagai rangkaian harlah, imbuh dia, Ma’arif NU kecamatan Gebog dalam waktu dekat akan mengadakan kegiatan pelatihan mata pelajaran ke-NU-an bagi guru.
“Harapannya, semua guru guru NU betul-betul bisa menguasai memahami organisasi NU secara benar, “kata H. Mahfudz.(adb/ros)




































