13 Ribu Nahdliyin Karanganyar Ikuti Apel Harlah ke 92 NU

0
1191

KARANGANYAR,Suaranahdliyin.com  – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Apel Akbar Hari Lahir (Harlah) ke 92 Nahdlatul Ulama., Ahad (11/2/2018). Tidak kurang 13.000 peserta dari seluruh elemen NU mengikuti apel yang berlangsung di alun-alun kabupaten Karanganyar ini.

Peserta yang terdiri warga NU, Muslimat, Ansor Banser, Fatayat, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa dan komponen lainnya sangat antusias mengikuti acara sejak pagi hingga purna acara jelang siang. Sebelum apel, mereka larut membaca Tahlil dan doa bersama yang dipimpin rois syuriyah PCNU Karanganyar KH Ahmad Hudaya.

Pada acara bertema mengokohkan ukhuwah an-Nahdliyah menjaga kebhinekaan dengan Islam yang damai ini,  Ketua PCNU Karanganyar  Kh Husaini Hasan menjadi inspektur apel. Dalam amanatnya, KH Husain mengatakan warga NU mempuyai dua tugas yang utama yakni menjaga Aqidah dan menjaga bangsa.

“Sebagai jam’iyah maupun jamaah NU, siapapun kita harus selalu menjaga aqidah kita dari kepercayaan yang tidak perlu,”katanya.

Ditegaskan, warga NU harus menjaga bangsa Indenesia agar negeri ini tetap satu, damai dan tetap menjunjung tinggi persaudaraan.

“Indonesia adalah kemakmuran dalam keadilan, adil dalam kemakmuran. Inilah tugas utama menjaga bangsa,”tandasnya.

Wakil Katib Am KH. Abdul Ghofur Maemun yang hadir menyampaikan mauidhah hasanah. Di depan peserta apel, Gus Ghofur memaparkan perjuangan NU dalam mendirikan bangsa Indonesia.

“Ulama dan warga NU  mempunyai  andil luar biasa atas negeri ni. Karena itu kita harus mensukseskan andil dalam pembangunan negara ini,”ujarnya.

Gus Ghofur dalam acara Apel Akbar Harlah NU di Karanganyar

Ia menandaskan warga NU tidak perlu ragu yang telah dilakukan Ulama pendiri NU terkait perjuangan membangun negeri.  Warga NU harus meyakini keputusan NU terkait sikap kebangsaan.

“NU mengambil keputusan tidak hanya dipikirkan secara syariat dan fiqh agama saja, tetapi juga berdasarkan istikhoroh ulama NU,”tegas putra ulama kharismatik KH Maemun Zuber ini.

Gus Ghofur juga menegaskan bila ada kelompok yang mengganggu NKRI berarti sama saja mengganggu Nahdlatul Ulama.

Kegiatan Apel Akbar berlangsung penuh kesemarakan. Berbagai penampilan dari Marching band Mts Al-Huda Karangpandan, paduan suara Fatayat, tari Saman dari IPNU-IPPNU, atraksi pagar Nusa dan gunungan hasil bumi serta 92 tumpeng mewarnai kegiatan apel Akbar. 9 group kesenian Reog turut tampil menyemarakkan peringatan harlah ini.

Disamping Gus Ghofur, Bupati Karanganyar Zuliatmono, Rois PCNU Karanganyar KH Ahmad Hudaya, Ketua DPRD Karanganyar dan tamu undangan lainnya hadir di tengah –tengah puluhan ribu peserta apel Harlah.(gie/adb/ros)

Comments