Mengenal Perguruan Tinggi NU (1)
Unwahas, Tampil sebagai Perguruan Tinggi Bergengsi di Jawa Tengah

0
569
Foto: istimewa

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi dengan jamaah yang luar biasa besar di tanah air, dikenal sebagai organisasi yang “sangat piawai” mengelola lembaga pendidikan tradisional; madrasah diniyah dan pesantren.

Namun kini, tak hanya piaawai dalam menjaga kesinambungan keilmuan di lembaga pendidikan tradisional, tetapi di lembaga pendidikan formal – modern, pun sudah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi bangsa ini. Tak terkecuali dalam hal pengembangan dan pengelolaan perguruan tinggi.

Salah satu perguruan tinggi (PT) di bawah ini yang kini cukup dikenal, adalah Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) di Jawa Tengah. Bahkan di provinsi ini, nama Unwahas tidaklah asing dan sudah sangat diperhitungkan.

Sejarah Pendirian

Berdirinya Unwahas ini melalui proses panjang dan berliku. Dimulai dengan pendirian Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Jawa Tengah pada 7 Mei 1999 dengan Akte Notaris Tri Joko Subandrio SH., Nomor 13 tahun 1999 tertanggal 7 Mei 1999.

Dikutip dari unwahas.ac.id, yayasan yang diketuai Drs. KH. Syamsuddin Anwar ini kemudian melakukan persiapan pendirian perguruan tinggi. Langkah awal disepakati pendirian Politeknik  Nahdlatul Ulama, yang selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah Universitas NU.

Pada 11 Mei 1999, Drs. H. Ahmad (Ketua PWNU Jawa Tengah) menugaskan Ketua LP Maarif NU  Jawa Tengah, Drs. HM. Chabib Toha MA dan Drs. Mudzakir Ali MA, berkonsultasi dengan Ketua Umum PBNU, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jakarta, tentang rencana pendirian Politeknik NU. Yang mengejutkan, Gus Dur justru memerintahkan untuk mendirikan universitas.

Selanjutnya, pada 12 Juli 1999, Drs. KH. Syamsuddin Anwar (Ketua YPTNU) bersama Drs. Mudzakir Ali MA dan Mahmutarom HR SH MH, berkonsultasi dengan ketua umum  PBNU, antara lain terkait nama universitas, yang kemudian diperintahkan untuk konsultasi  dengan  para  ulama  dan tawassul kepada KH. Sholeh Darat. Akhirnya, nama Universiras Wahid Hasyim (Unwahas) yang disepakati.

Dalam perjalanannya, yayasan dan panitia pendiri  Unwahas mengajukan permohonan  pendirian  Universitas  ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional melalui Kopertis Wilayah VI, dengan surat Nomor: YPTNU  09/VIII/1999 tanggal 7 Agustus 1999 tentang  mohon persetujuan pembukaan program studi baru.

Ada 10 program studi yang disetujui, yaitu Manajemen (S1), Akuntansi (D3), Perpajakan (D3), Komunikasi (D3), Teknik Informatika (S1), Teknik Komputer (D3), Teknik Sipil (D3), Agrobisnis  (D3), Produksi dan Teknologi Pakan Ternak (D3) serta Farmasi  (S1).

Dan untuk  memantapkan rencana  pembukaan program studi tersebut, Pengurus Yayasan dan Panitia yang terdiri atas KH. Syamsuddin Anwar, Drs. Mudzakir Ali MA dan Drs. H. Noor Ahmad,  MA berkonsultasi dengan Kopertis Wilayah VI yang menghasilkan persetujuan rencana fakultas  dengan 10 program studi.

10 program studi itu adalah Fakultas  Ekonomi (S1 Manajemen  dan S1 Akuntansi); Fakultas  Ilmu  Sosial  dan  Ilmu  Politik (S1 Ilmu  Politik  dan S1 Ilmu  Hubungan  Internasional); Fakultas Teknik  (S1 Teknik Mesin, S1 Teknik Kimia dan D-III Teknik Elektronika); Fakultas Pertanian (S1 Agrobisnis/ Sosial Ekonomi Pertanian serta D-III Produksi  & Teknologi Pakan Ternak); Fakultas Farmasi (S1 Farmasi).

Dari tahun ke tahun, Unwahas selalu mengalami perkembangan, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Dan Unwahas secara resmi membuka Fakultas Kedokteran, dengan menerima  mahasiswa baru program studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter pada 2016, setelah diterimanya SK dari Menristek Dikti  RI Nomor: 127/KPT/1/2016. (ros/ adb, rid)

 

Comments