Seni & Budaya
Tapangeli Bakal Bahas Peran Penonton dalam Teater

0
135
Tapangeli

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Penonton seringkali dijadikan tujuan akhir dari pementasan. Bisa dikatakan, bahwa pertunjukan yang baik adalah pertunjukan yang selalu memihak penonton. Selain itu, penonton juga seringkali menjadi indikator keberhasilan sebuah kelompok teater.

Ada suatu kebanggaan jika sebuah pertunjukan teater bisa mendatangkan penonton yang banyak dan mau membayar tiket. Namun, benarkah demikian? Lalu bagaimana menciptakan pertunjukan teater yang tidak hanya sekadar layak ditonton?

Hal tersebut akan diulas secara lebih mendalam pada obrolan santai Tapangeli edisi #16 di Sanggar Seni Kampung Budaya Piji Wetan, Desa Lau, Dawe, Kudus, Sabtu (26/08/2020) besok. Pada kesempatan itu akan hadir seniman muda Miftahul Umam sebagai pembicara dan sastrawan muda Rhy Husaini sebagai pemantiknya.

Founder @tapangeli Muhammad Zaini mengatakan edisi ke-16 kali ini bertujuan untuk memberi edukasi kepada para kelompok teater, khsusnya di Kudus, agar memiliki manajemen penonton yang baik. Tentu manajemen penonton yang dimaksud ialah cara memberi pengertian kepada penonton tanpa harus menggurui.

“Ini tentang bagaimana caranya kita mengajak penonton untuk masuk ke dalam wacana yang ingin disampaikan mulai dari pra pementasan sampai pasca pementasan,” ujar Wakil Ketua Lesbumi Kudus itu.

Zaini menambahkan, tentu setiap kelompok tidak akan memaksakan wacana tersebut untuk diamini penonton. Tetapi bagaimana menumbuhkan reaksi penonton untuk feed back, mau mengulas apa yang sudah ditonton, bahkan mungkin bila ada protes serta penyangkalan itu akan menjadi khasanah yang bisa mendorong perkembangan di dunia teater.

“Saksikan saja nanti di tanggal 26 September 2020 pukul 19.00 WIB di Instagram @tapangeli, semoga bermanfaat,” katanya.(rid/ros)

Comments