Songsong Pengujung Tahun 2020 dengan Diskusi Literasi secara Daring

0
1014
Salah satu narasumber menyampaikan paparan

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Atensi, sebuah organisasi yang konsens dalam gerakan literasi masyarakat, menyelenggarakan diskusi secara daring bertajuk “Media and Information Literacy for All: The Global Movement for Media Literacy”, Selasa (22/12/2020) lalu.

Narasumber dalam momentum refleksi akhir tahun itu, adalah MD Talebur Islam, co-founder and Executive Direvtor Reimagining Society, Columnist, The New Age dari Bangladesh dan Islam K Rouby, Public Relation Specialist dari Mesir.

Anlia Yisca, Chief of Officer (CEO) Atensi, mengutarakan, bahwa literasi media masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, organisasi non pemerintah, akademisi dan masyarakat itu sendiri.

“Untuk itu, perlu gerakan literasi media secara global, supaya ada perubahan yang yang lebih baik,” katanya dalam diskusi jelang pengujung 2020 yang digelar secara daring itu.

MD Talebur Islam, mengatakan, bahwa literasi media tidak bisa dilakukan sendiri.  “Kami di Bangladesh punya masalah yang sama dengan Indonesia. Menurut saya dengan bersama-sama mewujudkan masyarakat yang literate, kita akan mampu membuat perubahan,” ungkapnya.

Para partisipan mengikuti sesi diskusi daring yang digelar Atensi

Islam K Rouby dari Mesir, menjelaskan, kehidupan media arus utama di negaranya mengalami nasib mirip dengan Indonesia. Koran yang terbit semakin menurun jumlahnya, karena serbuan media online yang tak terbendung. Sedang radio hanya didengar oleh masyarakat pedesaan atau mereka yang kesulitan mengadopsi teknologi.

“Internet, tak dipungkiri mampu memberikan perubahan gaya hidup bermedia saat ini. Apabila itu dimanfaatkan dengan tepat, akan menjadi baik tentunya. Tetapi kalau masyarakat belum sadar bahaya bermedia menggunakan internet, akan sangat berbahaya,” kata mahasiswa Magister Ilmu Komunitasi pada Universitas Diponegoro (Undip) itu dalam diskusi yang dipandu Riri Novita. (mail, rid, gie, ros/ adb, luh)

Comments