Mengenal Pendiri IPNU, KH M Tholhah Mansur

0
1036
Kader IPNU sedang menziarahi makam KH Tolkhah Mansoer Yang Terletak di Dengkolan, Komplek Makam PP Al Munawir, Krapyak, Yogjakarta

KUDUS, Suaranahdliyin.com — Kelahiran Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), tak lepas dari sosok KH M Tholhah Mansur.

KH M Tholhah Mansur lahir pada 10 September 1930 di Kota Malang Jawa Timur. Dia merupakan putera dari KH Mansur, seorang ulama dan pedagang kecil di kota tersebut.

Selain sebagai pendiri IPNU dan memimpin organisasi tersebut di masa awal berdiri, sang isteri, Nyai Hj Umroh Mahfudzah adalah salah stau sosok di balik lahirnya Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Dikutip dari modul Makesta PR IPNU-IPPNU Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus (2019), bahwa KH M Tholhah Mansur yang akrab disapa Mbah Tholhah mengawali rihlah ilmiahnya dengan belajar di MI Nahdlatul Ulama Jagalan Malang (1937-1945).

Selanjutnya, dia meneruskan di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) di tempat yang sama sampai kelas III.

Di Madrasah yang didirikan oleh KH Nahrawi Thahir tersebut, M Tholhah Mansur muda diasuh langsung oleh KH Muhammad Syukri Ghazali dan Kiai Murtaji Bisri.

Pada tahun 1947, saat usinya 17 tahun, dia jadi sekretaris Sabilillah wilayah pertempuran Malang Selatan, sehingga dia mesti meninggalkan sekolahnya.
Dan baru setelah perang kemerdekaan usai, M Tholhah Mansur muda meneruskan sekolah di Halaman Madya Malang hingga lulus pada 1951.

Sehabis lulus dari Taman Dewasa, dia masuk Fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik (HESP), Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Di bangku kuliah ini, perjalanannya sangat berliku dan tidak mudah. Dia lebih sibuk di organisasi. Sehingga pada 1953, Muhammad Tholhah Mansur menyudahi kuliah sementara waktu, dan baru pada 1959 dia kembali melanjutkan .

Semangat KH Tolchah buat belajar tidak pernah surut, meski sudah menikah dia senantiasa kembali ke bangku kuliah buat menuntaskan studinya, sampai setelah itu dia sanggup menuntaskan jenjang sarjana serta jadi sarjana hukum pada 1964.

Kendati waktu yang dibutuhkan untuk menempuh sarjana hukum memakan waktu 13 tahun, tetapi berkat kegemarannya membaca dia sanggup menuntaskan gelar Doktor Ilmu Hukum (Jurusan Hukum Tata Negara) dalam waktu relatif pendek, yakni lima tahun.

Selanjutnya, Mbah tholhah berhasil mengukir sejarah emas, dengan mendirikan Persatuan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IPNU). Gagasan itu disetujui pada Konferensi Pendidikan Nahdlatul Ulama di Semarang pada 24 Februari 1954.

Sejak saat itulah, Mbah Tholhah tercatat sebagai pendiri IPNU secara aklamasi dan diangkat sebagai ketua umum pertama organisasi ini dan terus terpilih menjadi ketua umum IPNU. (Putri Nur Isnaeni, mahasiswa PPL Prodi KPI FDKI IAIN Kudus di Suaranahdliyin.com/ros) 

Comments