KMF Inisiasi Sekolah Internasional Berbasis Pesantren di Ambarawa  

0
1154
Gus Rozin menyampaikan pandangannya dalam FGD terkait rencana pendirian sekolah internasional berbasis pesantren di Ambarawa/ Foto: Bilal (Dok. KMF)

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Pengurus Pusat Keluarga Mathaliul Falah (PP KMF) menyelenggarakan halalbihalal dan ijazah kubra di Aula Gedung Fakultas Kedokteran, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Gunung Pati, Semarang pada Ahad (26/5/2024) lalu.

Halalbihalal dan ijazah kubra dihadiri KH Muhammad Abbad Nafi’ (Direktur Perguruan Islam Mathaliul Falah/ PIM Kajen Pati), KH Abdul Ghaffar Rozin (Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah/ IPMAFA Pati), masyayikh dan alumni dari berbagai daerah.

Dalam forum yang mengusung tema “Silaturahmi, Sinergi dan Kolaborasi menuju Inovasi Kelembagaan Alumni” mencuat sebuah gagasan besar membangun SMP dan SMA internasional berbasis pesantren.

Ketua PP KMF, H Marwan Ja’far, menyampaikan rencana pendirian sekolah internasional berbasis pesantren tersebut di hadapan sekira 400 audiens yang hadir.

“Kami semua sedang merintis untuk masa depan anak-anak dan masyarakat luas, meningkatkan pendidikan. Oleh karenanya pembangunan SMP dan SMA Internasional school membutuhkan perjuangan yang besar serta dukungan dari semua pihak,” katanya.

Marwan menyampaikan, rencana pembangunan SMP dan SMA International sudah direstui oleh berbagai pihak. “Alhamdulillah, masyayikh Kajen sudah merestui,” ungkapnya.

Marwan berharap agar rencana pembangunan SMP dan SMA internasional dapat didukung penuh oleh semua pihak baik KMF maupun muhibbin Mathali’ul Falah.

“Ini adalah sebuah proyek yang mempunyai tujuan besar. Cita-cita pendidikan yang bermartabat yang memiliki nilai-nilai kepesantrenan yang sangat kuat. Tentu membutuhkan solidaritas yang kuat. Mungkin ada pesimisme, tapi kita harus yakin,” ujarnya.

Sebelumnya, PP KMF menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas pendirian SMP dan SMA internasional ini.

“Pemilihan lokasi di Ambawara juga menjadi pertimbangan, agar masih dekat dengan para kiai dan kultur Jawa Tengah. Selain itu, kurikulum juga tengah dipersiapkan, baik mengadopsi kurikulum Barat maupun Timur,” paparnya. (rls/ ros, rid, adb)

 

Comments