Darusan Umum Masjid Menara Kudus
KH. Yusrul Hana Terangkan Keutamaan Membaca Al-Qur’an

0
897
KH. Yusrul Hana mauidhah hasanah dalam Darusan Umum pengajian 17-an Masjid Al-Aqsha Menara Kudus

KUDUS,Suaranahdliyin.comDarusan Umum Pengajian Pitulasan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus pada bulan Ramadan 1445 H telah dimulai Rabu malam (13/3/2024) kemarin. Dalam pembukaan pengajian Darusan umum itu, KH. Yusrul Hana menyampaikan mauidhah hasanah.

Putra ulama kharismatik KH. Sya’roni Ahmadi yang biasa disapa Gus Hana ini menerangkan keutamaan membaca Al-Qur’an. bila sudah khatam sampai surat An-Nas supaya segera.memulai lagi dari awal (alfatihah- al Baqoroh dan seterusnya).

“Indahnya Al-Qur’an, ketika membaca Al-Qur’an berulang-ulang tidak membosankan bahkan bertambah indah,”terangnya.

Gus Hana menjelaskan membaca Al-qur’an terus menerus termasuk utama-utamanya Amal (afdholul a’mal). Hal ini sesuai dawuh Nabi Muhammad ketika ditanya sahabatnya bahwa utamanya amal adalah Alkhotimul muftatih.

“Maksudnya, orang yang membaca Al-Qur’an sudah khatam, kemudian memulai lagi dari awal lagi (alfatihah – al- Baqarah dsn seterusnya),”jelasnya.

Al-Qur’an, lanjutnya, barakahnya sangat luar biasa. Diceritakan dalam satu riwayat, Sayyidina Usman usai menulis Qur’an menjadi 5 bagian yang dikirim ke Mekkah, Madinah, Basroh, Kuffah, dan Syam”

“Barakahnya Al-Qur’an, di tempat tersebut sudah muncul imam-imam besar qiro’ah atau yang dikenal dengan Qiroah Sab’ah,“tutur Gus Hana.

“Di Madinah ada Imam Nafi, Makkah ada Imam Ibnu Katsir, Basroh ada Imam Abu Amr, Syam ada Ibnu Amr, dan Kuffah ada Abu ‘asim, Hamzah dan Ali Qisa’i.”sambungnya.

Mengutip sebuah hadits Nabi, terang Gus Hana, orang yang mau darusan (membaca Qur’an) akan diberikan sakinah atau ketenangan hati dan rahmat welas asih oleh Allah.

“Bahkan namanya dipamer-pamerkan Allah di depan para Malaikat, “imbuhnya

Meskipun diguyur hujan, masyarakat banyak yang antusias menghadiri Tadarus Al-Qur’an Al-Umumiyah di gedung Menara Kudus(Choirul/adb)

Comments