KBNU UIN Bandung Semakin Semangat Lakukan Gerakan Kebangsaan

0
670
Suasana acara Halalbihalal KBNU UIN Sunan Gunung Djati Bandung

BANDUNG, Suaranahdliyin.com –Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) UIN Sunan Gununng Djati atau yang lebih dikenal UIN Bandung semakin bergairah melakukan gerakan keberagamaan dan kebengsaan. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing di tengan masyarakat global.

Penegasan itu disampaikan Ketua KBNU sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bandung,  Dr. H. Dudang Godjali, M.Ag dalam sambutan acara Majelis Sholawat dan Tahlil dengan tajuk “KBNU Halal Bihalal” di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Kementerian Agama Kota Bandung Ahad,(21/5/2023)

“Agar kehadiran dan keberadaan kami (KBNU) semakin memberikan kontribusi lebih positif baik untuk NKRI maupun nstitusi sesuai dengan semangat Islam rahmatan lil’alamin,”lanjutnya.

H.Dudang Ghozali menegaskan keberadaan KBNU menjadi wadah bagi civitas akademika UIN Bandung mulai dari pimpinan, dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa yang memiliki serta menjalankan tradisi Islam ala Nahdlatul Ulama.

“Di tengah keberagamaan pemahaman dan gerakan, KBNU ada bukan untuk semakin menguatkan perbedaan pemahaman keagamaan di lingkungan kampus namun untuk menguatkan kebersamaan. Kami pun sangat memahami akan pentingnya sinergitas dan kolaborasi sebagai upaya untuk mencapai cita-cita negeri,”tandasnya..

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Dr. H. Rohmat Mulyana Sapdi mengatakan bahwa peran dan kehadiran KBNU UIN Bandung sangat dibutuhkan.

“KBNU UIN Bandung merupakan wahana silaturrahmi yang bertujuan untuk menguatkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan solidaritas antar sesama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengedepankan semangat moderasi beragama”ungkapnya..

Kepada segenap warga Nahdliyin yang hadir, Ia berpesan agar selalu mendoakan dan mengikuti jejak para pendiri kampus Sunan Gunung Djati khususnya, KH Anwar Musaddad.

“KH.Anwar Musaddad merupakan ulama kharismatik NU di Jawa Barat dan sempat menduduki kursi Wakil Rais Aam PBNU pada Muktamar NU di Semarang (1980),”jelasnya.

Dalam acara yang diisi pembacaan shalawat diiringi rebana dan Tahlil ini, turut hadir juga berbagai perwakilan organisasi. Antara lain GMNU, PMII, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, jaringan alumni pesantren serta santri mahasiswa di lingkungan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.(luthfi miftahul anwar, munib/adb)

Comments