Kampungnya Terisolasi, Guru Madrasah Ini Terjang Banjir Demi Mengajar

0
1526
M. Noor Sholeh, Guru MA NU TBS

KUDUS, Suaranahdliyin.com – M. Noor Sholeh (37), guru MA NU TBS Kudus, Selasa (25/2/2020), berjalan menerjang air yang menggenangi jalan utama kampung menuju jalur lingkar Desa Garung Kidul.

Itu harus dilakukan, agar tidak terlambat hadir di madrasah tempatnya mengajar. Maka, setiap kali berangkat untuk beraktivitas, dia pun mesti membawa baju ganti. Kampungnya terisolasi oleh banjir yang menutup jalan utama dari jalur lingkar Desa Garung Kidul.

“Jalan utama kampung menuju jalan lingkar tergenang air sejak Kamis lalu. Saat ini air masih sekitar satu meter ketinggiannya,” ujarnya.

Tidak hanya M. Noor Sholeh. Warga di kampungnya juga merasakan hal sama, yakni repotnya karena jalan utama menuju kampungnya tergenang banjir.

“Warga masih bisa pulang, karena rumah tidak kemasukan air. Tapi  jalan menuju kampung tidak bisa dilewati,” terangnya.

Beberapa tampak menunggu bantuan penyebrangan dari BPBD Kudus

Kendaraan warga, lanjutnya, karena tidak bisa melintas, dititipkan di Desa Garung Kidul. “Kendaraan dititipkan. Urusan pembayaran, belakangan, namun ada juga yang langsung bayar,” katanya.

Untuk pergi dan pulang, warga dari kampung ke jalan lingkar atau sebaliknya harus menaiki perahu karet yang disiapkan oleh BPBD Kabupaten Kudus. Ada juga yang menumpang armada yang telah disiapkan oleh Kodim 0722 Kudus, Polres dan lainnya.

Menurutnya, adanya perahu karet dan armada yang ada untuk membantu warga, sehingga mendapatkan apresiasi warga terdampak banjir itu. Kendati begitu, beberapa warga mengeluhkan kedatangan bantuan perahu karet maupun armada yang terkadang telat.

“Terkadang perahu karet dan armada datangnya agak telat sedikit. Sehingga ketimbang telat, tak sedikit yang memilih menerjang banjir agar tidak terlambat bekerja atau sekolah bagi anak-anak,” terangnya. (ros, gie, luh, mail/ adb, rid)

Comments