Haflatul Wada MA NU TBS Kudus Diikuti 523 Mutakhorijin  

0
503
KH Hasan Fauzi MS menyampaikan tausiyah

KUDUS, Suaranahdliyin.com –  Sebanyak 523 lulusan (mutakhorijin) MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus mengikuti haflatul wada, yang diselenggarakan di Gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK) pada Senin (22/5/2023) kemarin.

Selain mutakhorijin, haflatul wada juga dihadiri para masyayikh Madrasah TBS Kudus, antara lain KH M Ulil Albab Arwani, KH M Arifin Fanani, KH Hasan Fauzi MS, KH Munfaat Abdul Djalil, KH Ahmad Arwan, KH Hasan Bisri MS, Kiai Syafi’I Noor SPdI, KH Ulinnuha Lc Mus, KH Nur Khamim Lc PgD, KH Nafian MD, KH Subhan SPdI, KH Abdul Halim, Kiai Noor Yasin SPdI dan KH Himam Awaly.

Nampak pula Kiai Arif Murtandho SAg, KH Suudi Hasyim SPdI, Kiai Suwantho SPdI, Kiai Salim SPdI, Kiai Syuaib Amin, serta kepala-kepala tingkatan di bawah naungan Yayasan TBS Kudus, yaitu Kiai Salim Sag MPd (kepala MTs NU TBS Kudus), Kiai Mbar Utomo SPdI (kepala MI NU TBS Kudus), Kiai Chirzil Ala SPdI MPd (kepala MPTs NU TBS Kudus), Zakiya Ulfa SPdI (kepala PAUD TBS Kudus) dan juga wali santri.

Kiai Syafi’i Noor, kepala MA NU TBS Kudus, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa mestinya yang diluluskan adalah 524. “Namun ada satu santri (peserta didik) yang belum lama ini wafat, sehingga menjadi 523 yang mengikuti haflatul wada dan baiat kali ini,” ujarnya yang kemudian mengajak semua yang hadir untuk mendoakan dan membaca fatihah untuk almarhum.

Ketua Yayasan TBS Kudus, KH M Ulil Albab Arwani dalam sambutannya, mengingatkan agar para santri yang baru saja dibaiat, senantiasa menjaga nama baik orang tua, guru-guru dan madrasah.

“Jangan lupa taat orang tua yang telah mendukung, sehingga kalian semua bisa lulus. Selain dukungan biaya, orang tua juga mendukung dengan doa. Selain itu, jangan mencoreng nama baik madrasah, senantiasa menghormati guru-guru dan jangan sampai berhenti belajar,” tuturnya.

Sementara itu, KH Hasan Fauzi MS dalam tausiyahnya menekankan pentingnya untuk selalu belajar. “Tadi sudah dipesan juga sama KH M Ulil Albab Arwani, jangan sampai berhenti belajar. Anda boleh berhenti sekolah formal, tetapi jangan sampai berhenti belajar,” pesannya. (mail, ros/ rid, adb)

Comments