Digelar, Kemah Kebangsaan Sako Pramuka Ma’arif Jateng

0
366
Pembukaan Kemah Kebangsaan Sako Pramuka Ma’arif Jateng di Semarang.

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Kemah Kebangsaan yang digelar Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah resmi dibuka di lapangan Bumi Perkemahan Candra Bhirawa Karanggeneng, Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (8/11/2019).

Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng R. Andi Irawan, M.Ag, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan melahirkan dan mewujudkan yang seutuhnya. “Tidak hanya cerdas secara intelektual saja, namun juga emosional dan spiritual,” katanya mewakili panitia.

Ia menegaskan, bangsa Indonesia mutunya pendidikannya masih rendah. Selain itu, menghadapi gempuran serangan gerakan radikalisme, liberalisme, dan komunisme. “Ini merupakan tantangan yang harus dijawab dengan berbagai pendekatan yang holistik. Terutama mengatasi krisis moral, krisis karakter. Kami yakin, melalui Pramuka, semua itu dapat terselesaikan,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, melalui Kemah Kebangsaan ini, kami mengangkat tema ‘Berakhlakul Karimah, Berkarakter, dan Milenial’. “Kami adalah kader-kader bangsa yang mencintai sesama umat Islam, sesama bangsa, dan kami menolak radikalisme, dan semua ideologi yang merusak bangsa,” ujarnya.

Pihaknya melaporkan, ada 21 Sako Pramuka Ma’arif Cabang se Jateng dengan rincian 364 peserta dari pembina dan penegak. Selain pembacaan ikrar antiradikalisme, kegiatan kemah juga ada penguatan Sakoma, orasi kebangsaan penolakan radikalisme, religion nigth tour (ziarah), Sakoma Jateng Bersholawat, penguatan Aswaja, survival scouting skill, bedah SKU, pembuatan vlog, literasi, dan bakti sosial.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan kami memohon doa kepada semua hadirin agar tidak ada halangan,” pungkasnya.

Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Drs. Suwondo MSi mewakili Gubernur Jateng, H. Ganjar Pranowo, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terlaksananya kegiatan Kemah Kebangsaan tersebut.

“Kemah Kebangsaan yang digelar Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Jawa Tengah ini bertepatan dengan Hari Pahlawan. Itu menunjukkan Sako Pramuka Ma’arif NU melakukan penghargaan kepada para pendahulu yang berjuang merebut kemerdekaan,” tuturnya.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa kegiatan ini selaras dengan empat Pilar Unesco. “Learning to know (belajar mengetahui), learning to do (belajar melakukan sesuatu), learning to be (belajar menjadi sesuatu), dan learning to live together (belajar hidup bersama),” paparnya.

Sementara itu, nampak hadir dalam upacara pembukaan, perwakilan dari Kwarda Jateng, Badan Kesbangpol Jateng, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Laziznu Jateng, Ketua Sako Pramuka Ma’arif se Jateng dan ratusan peserta dari pembina dan penegak. (ibda/ ros, adb, gie, rid)

Comments