Akper Alkautsar – RSU Syubbanul Wathon – Pemkab Temanggung Teken MoU

0
125
Kerja sama Akper Alkautsar, RSU Syubbanul Wathon dan Pemkab Temanggung, belum lama ini

TEMANGGUNG, Suaranahdliyin.com – Akper Alkautsar Temanggung setelah pengelolaannya dipegang oleh PCNU Temanggung, langsung tancap gas. Lembaga pendidikan tenaga kesehatan ini meneken kerja sama untuk praktik kerja dan penyaluran pascapendidikan dengan seluruh lembaga kesehatan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung dan RSU Syubbanul Wathon Magelang (Lippo Group).

Selain itu, PCNU juga menggerakkan seluruh MWC NU tingkat kecamatan untuk menjadi bapak asuh bagi calon mahasiswa. MWC memberikan beasiswa untuk masyarakat yang kurang mampu dan berprestasi, untuk melanjutkan pendidikan di Akper Alkautsar.

“Skenarionya 40:1. Yakni 40 orang urunan (iuran, red) bareng membiayai satu orang mahasiswa,” kata Ketua PCNU Temanggung, KH. Furqan Masyhuri.

Bupati Temanggung, M. Hadzik, mengatakan, dasar dari perjanjian kerja sama daerah ini sebagai sarana meningkatkan hubungan dan keterikatan dengan lembaga pendidikan daerah.

“Meningkatkan sumber daya yang ada pada masing-masing pihak untuk pengabdian kepada masyarakat. Ini sangat penting untuk meningkatkan kebutuhan tenaga kesehatan bagi masyarakat,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi Akper dan PCNU yang menginisiasi perjanjian ini. Baginya, ini menunjukkan PCNU memiliki semangat untuk mengembangkan diri dengan kerja sama seluas-luasnya. “Ini baru tingkat Kabupaten. Saya sangat yakin, ke depan akan semakin lebih luas dan tumbuh besar,” katanya.

Ketua Yayasan Syubbanul Wathon Magelang, KH. Yusuf Chudlori, mengaku akhir-akhir ini baru menyadari pentingnya tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan menjadi pihak yang paling utama di seluruh dunia, dibanding tenaga dan profesi lainnya.

“Akper ini baru terasa penting sekarang ini. Untuk mendidik tenaga kesehatan. Meminjam statemen Gus Mus (KH. Musthofa Bisri), jihad-jihad sekarang ya tenaga medis itu. Sekarang dirasakan betul. Tenaga kesehatan menjadi panglima,” kata Pengasuh PP API Tegalrejo Magelang ini.

Ia pun berpesan, agar NU tidak mendikotomisasi antara ilmu agama dengan ilmu umum. Pengembangan pendidikan berbasis sains di lingkungan NU harus dikembangkan lebih. Salah satu bentuknya adalah Akper Alkautsar.

Dalam 10 tahun ke depan, katanya, NU harus memiliki banyak tenaga medis, baik dokter dan perawat dari keluarga besar NU. Selain ahli dalam ilmu kesehatan secara mendalam, juga paham ajaran agama.

“Akper Alkautsar harus mampu memiliki pembeda itu. Bisa merawat pasien, juga bisa membimbing ibadahnya. Dan saya yakin di bawah NU pasti akan imbang. Ini diferensiasinya antara Akper Alkautsar dengan Akper lainnya,” tegasnya. (rls/ ibd, ros, rid, adb)

Comments