Unik! LTNNU Pati Berbagi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks di Tengah Banjir

0
155
Ketua LTNNU Pati membagikan nasi bungkus di tengah banjir

PATI,Syaranahdliyin.com – Sebuah cara unik dilakukan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati dalam menunjukkan kepedulian membantu korban banjir. Mereka membagikan ratusan porsi nasi ayam geprek sambil memberikan sosialisasi bahaya hoaks atau berita bohong kepada warga terdampak di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Ahad (18/1/2026).

Menurut Ketua LTN NU Pati Angga Saputra, banjir sudah sepekan lebih menerjang Kabupaten Pati atau sejak Jumat (9/1/2026). Berbagai informasi pun tersebar luas di media sosial.
“Namun, di tengah kondisi darurat seperti saat ini seringkali muncul informasi bohong atau hoaks yang justru memperkeruh suasana.”ujarnya

Angga mengatakan berita palsu ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga dapat memicu ketakutan massal dan menghambat upaya penanggulangan bencana. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan bencana alam.

“Kondisi ini membuat LTNNU Pati mensosialisasikan bahaya hoaks sambil memberikan bantuan berupa ratusan porsi nasi geprek kepada korban banjir,”tuturnya.

”Sebagai contoh kemarin ada berita hoaks adanya buaya di tengah banjir Tayu. Ternyata lokasinya di Malaysia,”sambung Angga Saputra

Selain membagikan ratusan porsi nasi geprek, LTNNU Pati juga memberikan bantuan berupa berbagai obat-obatan. Diharapkan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak.

”Tadi bagi 200-an nasi kotak, puluhan dus air mineral, obat-obatan seperti salep gatal, tolak angin, obat flu dan batuk, kemudian ada puluhan pak roti. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga terdampak karena seperti yang kita tahu banyak warga yang aktivitasnya terhambat banjir, mau masak juga kesulitan,” ungkap dia.

Desa Tondomulyo merupakan salah satu desa yang terdampak paling parah banjir di Kabupaten Pati. Berdasarkan data Pemerintah Desa (Pemdes), hampir 100 persen warga desa tersebut terdampak langsung maupun tidak langsung. Pasalnya, akses keluar masuk desa terhambat banjir.

Setidaknya 2.100 jiwa warga desa ini terdampak banjir. Banjir menggenangi permukiman, jalan raya, fasilitas umum hingga lahan pertanian. Ketinggian banjir berkisar mencapai 80-100 sentimeter. Akses jalan masih lumpuh total.

Sebenarnya pihak puskesmas dan Pemdes juga sudah menyediakan bantuan. Tapi karena hampir semua warga terdampak maka perlu bantuan dari pihak lain untuk membantu warga.

Salah satu warga, Sunadi pun bersyukur dengan bantuan dan sosialisasi yang dilakukan LTNNU Pati ini.

”Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan,” tandas dia.(ist/adb)

Comments