Sewu Sempol, Tradisi Ngalap Berkah Warga Kandangmas

0
1507
Tradisi sedekah sewu ssmpol warga Kandangmas di bulan Sya’ban

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Ribuan masyarakat Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Dawe, Kudus, memadati area makam Keramat Dewi Ayu Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku untuk menyemarakkan tradisi sedekah sewu sempol. Tradisi ngalap berkah ini digelar setiap Kamis terakhir bulan Sya’ban, (16/03/2023).

Ketua Pengelola Situs Keramat Punden Dukuh Masin yakni Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT) H Sumartono Rekso Tanoyo (77) mengatakan, tradisi sewu sempol adalah sebagai bentuk doa warga setempat untuk para leluhurnya dan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.

“Selain itu, ahli kubur leluhur dan cikal bakal desa setempat juga turut didoakan,” katanya.

H. Sumartono, menambahkan, sebelum ada tradisi sewu sempol di Punden Keramat Masin, prosesi berdoa kepada leluhur jelang Bulan Ramadan dilakukan di rumah warga masing-masing. Biasanya warga yang punya hajat mengundang tetangga untuk membaca tahlil sebagai bentuk pengiriman doa kepada leluhurnya.

“Kalau sekarang dikumpulkan biar terjalin kekompakan antar warga,” katanya.

Pencetusnya adalah juru kunci Punden Keramat Masin kedua yang bernama Jamasri. Hingga berkembang seperti sekarang. Bahkan warga Kandangmas yang berdomisili di luar daerah pun pasti hadir turut hormat di tradisi ini.

Salah satu warga, Aji Rumaini, menyampaikan, masyarakat turut serta membawa berkatan yang berisi satu buah ingkung ayam utuh dan bunga tujuh rupa.

“Ingkung ayam utuh yang dibawa masyarakat akan diambil sempolnya. Kemudian dikumpulkan menjadi satu gunungan hingga akhirnya digelar doa bersama,” jelasnya.

Sementara Camat Dawe Famny Dwi Arfana mengapresiasi tradisi dan kearifan lokal yang hingga kini masih bisa berjalan di Desa Kandangmas.

Apalagi, seluruh elemen masyarakat sangat antusias dalam menggelar tradisi sewu sempol di punden kramat ini. ”Kami sangat bangga, masyarakat yang sudah menguri-nguri tradisi ini,” ujarnya.(umi/adb) 

Comments