Soal Ubudiyah
Sebelum 1334 H, Umat Islam Indonesia Ikut Mazhab Syafi’i

0
316
Kiai Saifuddin di Majelis Zikir dan Salawat Rijalul Ansor Kecamatan Dawe

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Sebelum 1334 H, Indonesia masih satu mazhab dalam hal fikih, yaitu ikut pada Imam Syafi’i. Demikian itu mengemuka dalam pengajian rutin Kitab Risalah Ahlussunah wal Jamaah karya KH. Hasyim Asy’ari pada forum Rijalul Ansor PAC Dawe, Senin (13/07/20) malam lalu yang dibaca Kiai Saifuddin S.Pd.I M.Pd.I.

Meskipun dalam hal pakaian ada yang berbeda, terang Kiai Saifuddin, tetapi secara umum persoalan ubudiyah mengikuti mazhab Syafi’iyah. “Bahkan di Kudus, dalam Munadharah Qudusiyyah, selalu memakai mazhab Syafi’iyyah dan menolak hampir semua mazhab yang lainnya,” terangnya.

Dia menambahkan, bahwa baru pada 1330 H, mulai muncul kelompok-kelompok yang model-model. Mulai ada pendapat yang saling bertentangan dan aneh-aneh, sehingga umat menjadi terpecah belah.

“Ada kelompok yang mengikuti ulama salaf, cinta ahlul bait, Auliya dan orang saleh, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Mereka saling mencari berkah (tabarruk), berziarah kubur, menalqin mayit, percaya adanya syafaat dan tawassul,” ungkapnya.

Kelompok lain, justru berbalik pandangan, yakni mengharamkan semua tradisi yang dilakukan kelompok sebelumnya. Kelompok ini pengikut pendapat Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, yang kemudian dikenal sebagai kelompok Wahabi.

“Yang ironis, bahkan ziarah ke makam Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salmma juga diharamkan oleh kelompok tersebut,” terangnya, prihatin. (rid/ gie, ros, ad)

Comments