Rektor INISNU Temanggung Hamidullah Ibda dalam. Dies Natalis ke-56 (dok)

TEMANGGUNG,Suaranahdliyin.com – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dinyatakan lolos seleksi calon asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA) Batch 2. Capaian tersebut tertuang dalam Pengumuman Hasil Seleksi Asesor Batch 2 Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan Nomor 06/DE/KEPLAMGAMA/X/2026 tertanggal 28 Oktober 2026.

Hamidulloh Ibda menjadi satu-satunya dosen dari INISNU Temanggung yang lolos dalam seleksi asesor LAMGAMA Batch 2. Capaian ini menambah ruang kontribusinya dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi keagamaan, terutama melalui pelaksanaan akreditasi program studi sesuai bidang dan penugasan yang ditetapkan LAMGAMA.

Pengumuman resmi tersebut diterbitkan oleh LAMGAMA, lembaga akreditasi mandiri yang menangani akreditasi program studi dalam rumpun ilmu agama. Dalam pengumuman itu, LAMGAMA menyatakan bahwa calon asesor yang lulus akan menerima surat keputusan sebagai asesor, dilengkapi Nomor Induk Registrasi Asesor (NIRA), serta sertifikat sebagai dasar penugasan asesmen.

Memperkuat Kontribusi dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi
Kelulusan sebagai asesor LAMGAMA memiliki arti strategis di tengah tuntutan perguruan tinggi untuk terus memperkuat budaya mutu, akuntabilitas akademik, dan tata kelola pendidikan tinggi. Asesor memiliki peran dalam proses penilaian akreditasi berdasarkan instrumen, kriteria, dan ketentuan yang berlaku.

Akreditasi bukan semata-mata urusan pemenuhan dokumen administratif. Proses ini berkaitan dengan bagaimana perguruan tinggi mengembangkan kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi dosen, mengelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta memastikan luaran pendidikan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Dalam konteks tersebut, keterlibatan akademisi sebagai asesor menjadi bagian dari ekosistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Pengalaman akademik, pemahaman terhadap tata kelola perguruan tinggi, serta kemampuan membaca dan mengevaluasi bukti kinerja menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas asesmen secara objektif, profesional, dan berintegritas.

Bagi INISNU Temanggung, kelulusan rektor sebagai asesor LAMGAMA juga membuka peluang untuk memperluas wawasan kelembagaan mengenai perkembangan sistem akreditasi pendidikan tinggi keagamaan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui penugasan nantinya dapat menjadi referensi untuk memperkuat budaya mutu internal, tanpa mengabaikan independensi dan ketentuan yang melekat pada tugas asesor.

Tantangan Akreditasi: Melampaui Administrasi dan Mengejar Dampak
Perkembangan sistem akreditasi pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi untuk tidak berhenti pada kelengkapan dokumen dan pemenuhan indikator formal. Perguruan tinggi perlu memastikan bahwa kebijakan, program, dan sumber daya yang dimiliki benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan.

Tantangan tersebut mencakup konsistensi pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal, relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat, produktivitas penelitian, kebermanfaatan pengabdian kepada masyarakat, serta keberlanjutan peningkatan kompetensi lulusan.

Karena itu, asesor dituntut mampu membaca keterkaitan antara dokumen, data kinerja, pelaksanaan program, dan hasil yang dicapai. Penilaian yang profesional perlu bertumpu pada bukti yang dapat diverifikasi, menggunakan kriteria yang berlaku, serta menjaga objektivitas selama proses asesmen.

Dalam perspektif yang lebih luas, keterlibatan akademisi dalam lembaga akreditasi juga menjadi bagian dari tanggung jawab profesional untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi secara sistemik. Namun, peran tersebut harus dijalankan dengan menjaga independensi, menghindari konflik kepentingan, dan mengikuti mekanisme penugasan resmi.

LAMGAMA membuka rekrutmen asesor Batch 2 pada 2026 untuk memperkuat pelaksanaan akreditasi program studi keagamaan yang masuk dalam cakupannya. Proses seleksi mencakup tahapan administrasi, tes kompetensi, dan wawancara.

Lolosnya Hamidulloh Ibda dalam seleksi tersebut menjadi capaian individual sekaligus tambahan sumber daya akademik bagi lingkungan INISNU Temanggung. Meski demikian, nilai strategis capaian ini pada akhirnya akan ditentukan oleh profesionalitas dalam menjalankan tugas, kepatuhan terhadap kode etik, dan kontribusi nyata terhadap penguatan mutu pendidikan tinggi.

Bagi perguruan tinggi keagamaan, peningkatan kualitas akreditasi perlu berjalan seiring dengan penguatan identitas keilmuan, integritas akademik, dan manfaat pendidikan bagi masyarakat. Mutu tidak cukup ditunjukkan melalui predikat, tetapi harus tercermin dalam proses pembelajaran, produktivitas keilmuan, tata kelola yang sehat, dan kualitas lulusan.

Kelulusan Rektor INISNU Temanggung sebagai asesor LAMGAMA Batch 2 menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi akademisi dalam ekosistem penjaminan mutu pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. (ist/adb)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here