Razia Masker dan Takzim Santri kepada Kiai

0
374
Santri – kiai mengenakan masker (Foto Ilustrasi)

Sebagai salah satu upaya antisipasi virus corona, penggunaan masker oleh masyarakat pun dipantau secara ketat oleh petugas. Secara berkala, dilakukan razia terhadap masyarakat yang tidak mengenakan masker.

Bagi masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker saat razia, salah satunya ada saksi sosial, yakni membersihkan jalan. Pilihan sanski lain, denda.

Nah, ada cerita menarik yang Suaranahdliyin.com dapat dari salah satu warga di Kabupaten Kudus ini, terkait razia masker.

Suatu ketika, petugas melakukan razia masker di balai desa di sebuah perkampungan. Salah seorang kiai di kampung kebetulan hendak ada urusan, sehingga harus keluar rumah.

Saat keluar untuk mengurusi kepentingannya, tempatnya gak begitu jauh. Yang jadi catatan, saat hendak pergi itu, dirinya lupa mengenakan masker.

Sewaktu melintas di tempat razia masker, sang kiai diberhentikan. Walaupun lupa mengenakan masker, namun ia tidak bisa mengelak dari sanksi: menyapu jalan.

Namun saat hendak menunaikan sanksi  menyapu jalan karena lupa mengenakan masker, tiba – tiba ia dihampiri kepala desa, yang kemudian menjabat tangan dan mencium tangannya itu.

Kepada petugas, kepala desa meminta izin menggantikan sanksi yang diberikan kepada sang kiai. Petugas pun sedikit risau, masak iya, kepala desa menggantikan warganya yang terkena razia karena kedapatan tidak mengenakan masker untuk menyapu jalan.

“Mohon maaf, bapak. Izinkan saya menggantikan sanksi bapak ini. Beliau adalah kiai saya. Guru ngaji saya waktu kecil,” ujar kepala desa kepada petugas.

Subhanallah. Betapa kepala desa itu memiliki keteladanan yang sangat baik, yakni hormat dan takzim pada guru ngajinya, kiainya.

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada kepala desa yang memiliki sikap terpuji dan senantiasa hormat nan takzim pada sang kiai yang telah mendidiknya.(ros/ adb, rid)

Comments