Pesan KH. Ulil Albab, Pimpinan Harus Mampu Jadi Teladan Anggota

0
36
Rais PCNU Kudus KH. Ulil Albab Arwani menyampaikan mauidhah hasanah dalam pelantikan bersama PAC Muslimat se-Kudus, kemarin

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pimpinan  atau pengurus Muslimat NU diingatkan agar tidak sekadar menyandang jabatan. Mereka harus mampu menjadi teladan, menggerakkan anggota, serta menjalankan amanah untuk mengurus dan memperkuat jam’iyah.

Pesan itu disampaikan Rais PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani dalam mauidhoh hasanah pada pelantikan bersama  9 PAC Muslimat NU se-Kabupaten Kudus. Pelantikan pengurus PAC Muslimat NU se-Kabupaten Kudus masa khidmah 2026–2031 digelar di Gedung Laboratorium Lantai 1 UIN Sunan Kudus, Jumat (21/8/2026).

Dalam mauidhoh hasanahnya, KH Ulil Albab Arwani menegaskan bahwa amanah sebagai pengurus dan pimpinan Muslimat NU mengandung tanggung jawab besar. Seorang pimpinan, kata beliau, bukan sekadar memiliki jabatan, tetapi harus menjadi tuntunan, teladan, dan penggerak bagi seluruh anggota.

“Jangan sampai sebagai pengurus malah menjadi pengurusan. Pengurus harus bisa mengurusi masyarakat,” tegasnya.

Menurut KH Ulil Albab, seorang pimpinan harus teguh dalam ketakwaan, kuat dalam menjalankan ajaran agama, serta memiliki akhlakul karimah. Akhlak yang baik menjadi kewajiban setiap Muslim, tetapi seorang pemimpin memiliki tanggung jawab lebih besar karena perilakunya akan menjadi teladan bagi anggota dan masyarakat. tandas KH. Ulil Albab.

“Selain menjadi teladan, lanjutnya, pengurus juga harus mampu mengayomi, membimbing, dan menggerakkan anggota dalam menjalankan perjuangan organisasi.”tandas KH. Ulil Albab.

KH Ulil Albab juga menekankan pentingnya berjamaah dan berorganisasi. Menurutnya, Islam mengajarkan umat untuk menjaga kebersamaan dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam memperjuangkan kebaikan.

“Sebuah pesan Sayyidina Umar bin Khattab, “La Islam illa bil jamaah, wa la jamaata illa bi imarah, wa la imarata illa bi tha’ah,” yang bermakna bahwa kehidupan beragama tidak akan sempurna tanpa berjamaah, jamaah tidak akan berjalan tanpa kepemimpinan, dan kepemimpinan tidak akan berjalan tanpa ketaatan.”terangnya.

Ia menegaskan pimpinan memiliki tugas memimpin dan mengatur jalannya organisasi, sedangkan anggota berkewajiban menaati pimpinan dalam hal-hal yang baik dan sesuai dengan aturan organisasi.

“Tanpa koordinasi dan ketaatan, sebuah organisasi akan sulit berjalan dengan baik.” tandanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh anggota Muslimat NU menaati aturan dan ketentuan jam’iyah. Undangan maupun tugas dari pimpinan, lanjutnya, perlu dilaksanakan selama tidak terdapat uzur atau halangan yang dibenarkan.

“Di sisi lain, para pengurus yang baru dilantik juga diminta memahami tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan masing-masing.” ujarnya.

“Seorang ketua, sekretaris, bendahara, maupun pengurus bidang lainnya harus mengetahui dan menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab agar organisasi berjalan dengan baik, ” sambung KH. Ulil Albab.

Lebih lanjut, KH Ulil Albab mengingatkan bahwa kesungguhan iman tidak cukup dibuktikan melalui pengakuan. Keimanan harus diwujudkan melalui amal dan perjuangan, termasuk dengan harta, tenaga, pikiran, dan waktu.

Menurutnya, menjadi pengurus organisasi merupakan salah satu bentuk perjuangan dengan diri. Sementara dukungan terhadap kegiatan jam’iyah melalui infak menjadi bagian dari perjuangan dengan harta.

“Saya mengajak para pengurus dan anggota agar tidak ragu mendukung perjuangan agama, jam’iyah, pendidikan, dan kemaslahatan masyarakat dengan penuh keikhlasan.” imbuhnya.

Pelantikan dihadiri ketua PW Muslimat NU Jateng Hj. Ismawati Hafidz dan sekretaris Hj. Ummu Farida, ketua PCNU Kudus LH. Asyrofi Masyitho, ketua PC Muslimat NU Kudus Hj. Chumaidah dan seluruh pengurus 9 PAC Muslimat NU se-Kudus serta tamu undangan lainnya.(Yuliana/adb) 

Comments