Perkuat Kapasitas Pengurus, Fatayat NU Bae Gelar Upgrading dan Raker

0
46
Upgrading PAC Fatayat NU Bae

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Dalam uoaya memperkuat kapasitas pengurua, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Bae mengadakan kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja di Joglo Logung, Dermaga 1, Kudus, belum lama ini. Kegiatan ini sebagai langkah awal menyusun program strategis nasa khidmah 2025–2029 yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kader dan masyarakat.

Dengan mengusung tema “Menyatukan Visi, Menguatkan Sinergi, Meneguhkan Khidmah” dengan tagline “Fatayat NU Tangguh, Berdaya, dan Berdampak” acara diikuti puluhan pengurus serta dihadiri pembina dan dewan penasihat PAC Fatayat NU Kecamatan Bae.

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Bae, Rohmatun Nafi’ah mengatakan Upgrading dan Rapat Kerja bukan sekadar agenda pascapelantikan, melainkan fondasi untuk membangun kepengurusan yang solid, profesional, serta mampu memberikan manfaat bagi kader maupun masyarakat.

“Pelantikan telah mengukuhkan amanah. Melalui Upgrading dan Rapat Kerja ini, kita menguatkan kapasitas, menyatukan langkah, dan menyusun program kerja yang benar-benar berdampak. Organisasi tidak akan dikenang karena banyaknya kegiatan, tetapi karena manfaat yang ditinggalkan,” ujarnya.

Sebagai bekal menjalankan roda organisasi, peserta mengikuti sesi upgrading yang menghadirkan Ketua PC Fatayat NU Kudus, Hj. Farida, sebagai pemateri kepemimpinan (leadership), Umi Alfiyanti yang menyampaikan materi administrasi organisasi, serta Zuliyanti yang membawakan materi public speaking.

Usai sesi peningkatan kapasitas, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja untuk menetapkan program-program strategis sebagai pedoman pelaksanaan organisasi PAC Fatayat NU Kecamatan Bae selama Masa Khidmat 2025–2029.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan outbound yang dipandu tim Couple Outbound. Berbagai permainan edukatif dirancang untuk memperkuat kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, serta membangun rasa saling percaya antarpengurus.

Salah seorang peserta, Niswatus Sa’adah, mengaku memperoleh pengalaman yang berkesan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Meski tidak ada hadiahnya, tetap seru. Yang paling berharga justru kebersamaan dan kekompakan yang terbangun di antara kami,” katanya.(yuliana/adb)

Comments