
JEPARA,Suaranahdliyin.Com Pengasuh pondok pesantren Nurul Huda Tegalsambi Jepara KH. Mahbub Junaidi menyampaikan tausiyah dalam. acara pelepasan siswa kelas VI MI. miftahul. huda Tegalsambi Tahunan Jepara, Sabtu (20/6/2026). Ia mengatakan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak supaya shalih dan shalihah.
“Pendidikan agama dan akhlaqul karimah merupakan pondasi yang wajib ditanamkan kepada anak, sementara pendidikan umum disesuaikan dengan minat dan bakat anak agar tumbuh passion dari dalam dirinya, tidak menjalaninya dengan terpaksa. Saya berharap orang tua menyekolahkan di MI agar paham agama dan pengetahuan umum” ujar Pak Jun, panggilan akrab KH Mahbub Junaidi.
Pahala orang tua dalam mendidik anak, lanjutnya, tergantung seberapa besar mereka ikut membiayai. “Untuk itu, jangan menunda bayar syahriyah dan perbanyak shadaqah ke Madrasah. MI adalah tempat yang tepat karena ada pendidikan umum dan agama”kata Mahbub Junaidi.
.
Kepala MI Miftahul Huda Tegalsambi Aminatur Rohmah menyampaikan laporan kepada wali murid bahwa lulusan tahun 2025-2026 sebanyak 31 anak sedangkan yang wisuda tahfidz sebanyak 26 anak.
“Secara kedinasan hari ini kami kembalikan anak-anak kepada wali murid, tetapi secara sosial dan kekerabatan hubungan guru dan murid adalah selamanya”, tutur Aminah.
Sementata itu, Camat Tahunan Camat Tahunan Jepara Muadz yang hadir langsung memberikan apresiasi siswa siswi. Pada kesempatan itu ia menguji wisudawan wisudawati tahfidz.
Hafidz-hafidzah juz 30, juz 1, 2 dan 3 ini sempat terlihat grogi karena tidak terbiasa mendapatkan pertanyaan langsung sambung ayat secara acak.
“Saya sangat mengapresiasi pembelajaran di MI Miftahul Huda Tegalsambi yang memberikan dasar-dasar agama bagi anak didiknya. Prestasi akademiknya sangat bagus, rerata tes kemampuan akademik (TKA) tertinggi tingkat MI di Kecamatan Tahunan”, kata Muadz yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo.
“Pendidikan dasar sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual sangat dibutuhkan sebagai pondasi kehidupan generasi masa depan. Sekolah di MI adalah langkah yang tepat”, lanjut Muadz.
.
Muadz mengaku menyesal dulu tidak menghafal Al Qur’an. Ia berpesan agar anak-anak terus meningkatkan hafalannya, muraja’ah dan muthala’ah agar tidak hanya juz 30 tetapi lengkap 30 juz Al Qur’an.
Hadir dalam kegiatan tersebut Petinggi Tegalsambi H. Agus Santoso, Pembina YTI Miftahul Huda KH. Zainuri Toha, Ketua Komite Madrasah M. Ahyauddin, pengawas Listiyono dan sejumlah pengurus YTI MH Adib Murtadlo, M. Hanif, Zakariya Anshori, Achmad Ulil Azca serta wali murid MI mulai kelas 1 sampai kelas 6.(zakaria/adb)







































