Pembacaan Qosidah Burdah di Haul ke – 83 Mbah Munawwir

0
103
Penyampaian tausiyah dalam haul

YOGYAKARTA, Suaranahdliyin.com – Dalam rangka memeringati Haul ke – 83 KH M Munawwir bin Abdillah Rosyad, Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Munawwir melangsungkan pembacaan Qosidah Burdah dan Khataman al-Quran XVI, Selasa (11/01/2022).

Pembacaan Qosidah Burdah ini merupakan salah satu rangkaian acara yang dilangsungkan sebelum puncak haul. Dikatakan dalam manaqib Mbah Munawwir, bahwa beliau sangat senang dengan pembacaan Burdah. Para santrinya pun melestarikan tradisi ini setiap peringatan haul dan telah berlangsung sekitar 100 tahun.

Sholawat Burdah yang dikarang oleh Imam Al-Musyiri ini memiliki 160 bait dan menjadi semacam resep berbentuk bacaan dan doa tentang pujian, kemuliaan, dan perjuangan Rasulullah Saw.

“Jadi, ketika sudah sakit parah dan berobat ke mana pun tidak sembuh, coba saja bacakan sholawat burdah ini. Karena yang memberikan kesembuhan adalah Allah,” tutur KH Abdul Hamid memberikan tausiyah setelah pembacaan doa Qosidah Burdah.

Kiai Hamid menambahkan, Sholawat Burdah merupakan sholawat yang penuh kemuliaan karena isinya dipanjatkan untuk menunjukkan kecintaan kepada Baginda Rasulullah. “Kenapa disebut burdah, karena isinya kemuliaan, pujian, dan kisah perjuangan kanjeng nabi,” ungkapnya.

Kalimat sholawat merupakan satu kalimat yang istimewa, karena baik ikhlas atau kurang ikhlas, sholawat yang dibacakan tetap diterima oleh Allah. Sholawat Burdah memiliki sejarah yang luar biasa.

Diceritakan oleh KH A Musthofa Bisri (Gus Mus), tidak ada kalimat yang bisa yang mengekspresikan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad lebih dari Qosidah Burdah.
Beruntungnya, Indonesia menjadi salah satu Negera yang ditakdirkan untuk menghidupkan kembali kecintaan kepada Rasullullah melalui Qosidah Burdah. “Indonesia ini luar biasa, karena dibimbing oleh habaib dan ulama,” katanya.

Melalui pembacaan burdah dalam haul ini, Kiai Hamid berharap bisa mendapat berkah dari Imam Al-Musyiri yang mempunyai kecintaan yang sangat tulus kepada Kanjeng Nabi Muhammad. “Sholawat Burdah itu masyaallah, dalam situasi apapun, asalkan ikhlas, ada banyak keistimewaannya,” jelasnya. (hasyim/rid)

Comments