Kisah Dai 3T di Malinau Kaltara
Pak Rohman Jadi Semangat Belajar Ngaji Meski Harus Tempuh 10 Km Jalan Tak Beraspal

0
873
Dai 3T (tengah) bersama bersama ustad warga Malinau Kaltara

MALINAU, Suaranahdliyin.comKehadiran dai yang dikirim Dirjen Penerangan Agama Kemenag RI ke wilayah 3 T (Terbelakang, Terdepan dan Terluar) selama Ramadan ternyata mampu menjadi pemacu semangat warga belajar mengaji. Di Malinau Kalimatan Utara, seorang warga harus rela belajar mengaji meski harus menempuh 10 km Jalan tak beraspal.

Adalah Pak Rohman, begitu seorang warga suku Dayak Muslim ini disapa. Usianya 52 tahun. Ia tinggal di pinggiran hutan Desa Tanjung Lapang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara bersama anak dan istrinya. Rumahnya adalah rumah kayu yang dibuat sendiri.

Tidak ada tetangga di sisi kanan, kiri, dan belakang rumahnya. Sehari-hari ia bekerja mengurus kambing-kambing milik Wakil Bupati Malinau. Penduduk yang beragama Islam di lingkungannya hanya sekitar 30% dan hanya beberapa persen saja yang—bisa disebut- taat beribadah.

Tidak ada musala dan masjid di lingkungan Pak Rohman. Ia harus menempuh jarak 10 kilometer dengan kondisi jalan belum teraspal dengan mengendarai sepeda motor yang sudah dimodifikasi untuk sampai ke masjid terdekat, yaitu Masjid Nurul Iman yang berada di Desa Tanjung Lapang. Jalannya menjadi licin ketika hujan turun. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke masjid itu adalah sekitar 20-30 menit.

Pak Rohman mengaku belum bisa mengaji dan terkadang mengeluhkan bacaan shalatnya yang dirasa belum baik. Kehadiran dai 3T yang dikirim oleh Kementerian Agama di desanya membuat Pak Rohman bersemangat untuk mengaji, belajar ilmu agama, dan melaksanakan shalat berjamaah di masjid secara rutin.

Ia seakan melupakan jarak tempuh dari rumahnya ke masjid yang cukup jauh dan jalannya belum beraspal. Kegigihan Pak Rohman itu menyentuh hati salah satu Dai 3T di Malinau Ustad Subhan Arif untuk berdakwah di Desa Tanjung Lapang, Kabupaten Malinau.

“Di situlah hati ini sangat tersentuh dan suka malu jika sehari-hari kita lalai dalam menjalankan ibadah. Akhirnya pun saya mengajar dengan penuh semangat dan hingga saat ini beliau sudah bisa huruf sambung Iqra. Bertahap untuk sampai bisa membaca Al-Qur’an,”tuturUstad Subhan, berkiaah Ahad (31/3/2024)

Ustad Subhan kerap kali menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menguatkan agar Pak Rohman bisa terus istikamah mengaji, belajar agama, dan menunaikan shalat di masjid. Menurutnya, Allah akan selalu melindungi seseorang yang melakukan kebaikan di jalan-Nya.

“Masya Allah ndak papa Pak Rohman, yang penting kita selalu berusaha taat dalam menjalankan perintah Allah,” kata Pengasuh Yayasan Hubbul Quran Poris Tangerang ini setelah mengakuan pak Rohman bahwa ia baru bisa menunaikan Shalat Maghrib dan Isya, dan Tarawih di masjid, belum bisa istikamah lima waktu.

Warga Malinau mengaji bersama Dai 3T Ustadz Subhan Arif

Memberdayakan Ustad Setempat

Ustad Subhan menuturkan, ustad, ustadah, dan guru agama setempat perlu mendapatkan pemberdayaan, pelatihan, dan bimbingan secara rutin dan berkesinambungan agar mereka bisa mengembangkan potensi dakwah di Malinau dengan optimal.

Sementara tantangannya, lanjutnya, adalah mayoritas penduduk Malinau beragama non-Muslim. Penduduk yang beragam Islam hanya 32%. Menurutnya, tantangan itu harus direspons dengan bijak.

Di satu sisi, akidah umat Islam harus dikuatkan agar mereka tidak terbawa arus. Di sisi yang lain, mereka harus dibekali dengan sikap toleransi mengingat mereka hidup di lingkungan yang majemuk.

“Mengatasi tantangan yang ada harus bisa bersikap toleransi dan menguatkan akidah Muslim yang ada di lingkungan malinau agar tidak terbawa oleh agama lainnya,” katanya.

Berdasarkan penuturan Ustad Subhan, masyarakat setempat merespons baik dan senang dengan kehadiran dai 3T. Ia berharap, program ini bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun karena masyarakat yang bertempat tinggal di daerah 3T membutuhkan kehadiran dai.

“Kalau bisa jangan hanya event tahunan saja tapi secara berkala misal pertengah semester atau juga beberapa bulan sekali,”ucapnya.(rls/adb)

Comments