Nusron Sebut 6 Permasalahan Madrasah NU

0
534
Nusron Wahid menjadi pemcicara Wokshop manajemen madrasah dan yayasan di PC LP Ma;arif Jepara

JEPARA,Suaranahdliyin.com – Ada enam permasalahan mendasar di madrasah aliyah swasta dan yayasan milik warga NU yang perlu dicarikan solusi. Hal itu diungkapkan Anggota DPR RI H. Nusron Wahid dalam Workshop – Upgrading Manajemen Madrasah dan yayasan yang diadakan PC LP Ma’arif NU Jepara, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Nusron, enam permasalahan tersebut adalah pengelolaan madrasah dan yayasan apa adanya. “Yang penting jalan, ada guru, ada murid dan ada kelas.Ini permasalahan pertama,”kata Nusron.

Kedua, lanjut ketua PBNU ini, madrasah NU cenderung family centris. Yayasan dan kepala madrasahnya masih satu keluarga. Ketiga, Madrasah NU tidak ada inovasi dan differensiasi sehingga semua berjalan lambat dan kembang kempis.

“Lalu keempat, tidak mempunyai publikasi yang baik, terkadang malah tidak jarang keberadaan madrasah itu diragukan. Kelima, manajemen aset lemah dan keenam pendanaan terbatas.”beber Nusron.

Ditandaskan,enam permasalahan ini menjadi kelemahan yang harus dikaji dan dicarikan solusi agar madrasah aliyah milik NU makin diminati. “Lulusannya supaya bisa tembus 15 Perguruan Tinggi yang alumninya paling berpengaruh dalam pengambilan kebijakan negara,” tegas Nusron.

Sementara, Ketua PC LP Ma’arif NU Jepara Fathul Huda menegaskan komitmennya untuk menyusun roadmap madrasah aliyah unggulan agar bisa menembus 7 perguruan tinggi unggulan yang berpengaruh di Indonesia.

“Untuk itu, kami menggandeng NW Indonesia Foundation yang digawangi Nusron Wahid untuk bersinergi mewujudkan hal itu, minimal di wilayah Kuramak, Kudus, Jepara dan Demak”, ujar Huda di hadapan 86 kepala MA yang hadir.

Selain Nusron, worksho bertajuk  Manajemen Kualitas Penyelenggaraan dan Pengelolaan Madrasah Aliyah Swasta secara  hybrid juga menghadirkan secara langsung narasumber Najib Hassan (Yayasan Qudsiyah Kudus) dan M. Habib (Kepala Kemenag Jepara).

Sedangkan yang hadir melalui zoom adalah Prof. Dr. Ali Ramdani (Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI), Dr. Abdullah Faqih (Kasubdit Kelembagaan Ditjen Pendis Kemenag RI) dan Najeela Shihab (praktisi pendidikan dan founder Sekolahmu).(rls/adb/ros)

Comments