
KUDUS, Suaranahdliyin.com – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Kudus, memberi pembekalan kesiapsiagaan bencana kepada para calon pembina Pondok Pesantren (Ponpes) Qudsiyyah Putri.
Pembekalan dilakukan melalui Simulasi Darurat Kebakaran dan Evakuasi yang diselenggarakan di halaman Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan in merupakan bagian dari rangkaian Pembekalan Pembina Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri.
LPBI NU Kudus hadir sebagai narasumber sesuai permohonan panitia untuk memberikan materi sekaligus praktik penanganan keadaan darurat kebakaran yang bekerja sama dengan tim keamanan dan pemadam setempat.
Dalam sesi pembekalan, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan, serta prosedur evakuasi yang benar, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik langsung menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Peserta diajak mengenali jenis-jenis kebakaran, teknik memadamkan api dengan aman, hingga prosedur penyelamatan diri apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan pesantren.
Simulasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka secara bergantian mempraktikkan teknik pemadaman api menggunakan APAR di bawah pendampingan instruktur LPBI NU Kudus.
Melalui praktik tersebut diharapkan para pembina memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi potensi kebakaran sehingga mampu melindungi keselamatan para santri.
Tim LPBI NU Kudus menyampaikan bahwa kesiapsiagaan merupakan investasi penting bagi setiap lembaga pendidikan, terlebih pondok pesantren yang memiliki aktivitas selama 24 jam. Oleh karenanya, budaya sadar risiko dan kemampuan merespons keadaan darurat perlu terus ditanamkan kepada seluruh pengelola pesantren.
Panitia Pembekalan Pembina Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri mengapresiasi kehadiran LPBI NU Kudus yang telah memberikan materi secara aplikatif dan mudah dipahami.
Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan pesantren yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas para pembina tidak hanya dalam aspek pembinaan karakter dan keagamaan, tetapi juga dalam kemampuan mitigasi bencana demi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri. (adb/ ros, gie)







































