
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Membanggakan, Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMK NU) Al Hidayah Getasrabi Gebog Kudus kembali menunjukkan konsistensinya dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Kudus tahun 2026, belum lama ini.
Prestasi utama diraih pada cabang Fashion Technology yang berhasil mempertahankan juara pertama dua tahun berturut-turut sekaligus melaju ke tingkat provinsi.
“Keberhasilan ini diraih oleh Marwa Alya Zulfa yang tampil unggul dalam kompetisi. Capaian tersebut tidak terlepas dari proses seleksi dan latihan yang matang.”tutur Guru pendamping Fashion Technology, Jauharotul Farida.
Jauharotul Farida menjelaskan bahwa keberhasilan ini ditentukan oleh kesiapan siswa secara menyeluruh, baik keterampilan maupun mental, serta latihan yang disesuaikan dengan kondisi lomba.
“Kami memilih siswa yang siap secara kemampuan dan mental, lalu melatihnya berulang kali dengan simulasi waktu seperti saat lomba agar terbiasa dengan tekanan dan target pengerjaan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa persiapan menuju tingkat provinsi dilakukan secara maksimal meskipun materi lomba berbeda.
“Persiapan dimulai dari awal dengan menyesuaikan materi lomba, dan waktu yang terbatas dimaksimalkan untuk latihan teknik penting seperti pola, jahit, dan finishing,” ujar Farida.
Sementara itu, Marwa Alya Zulfa mengaku merasakan campuran emosi saat dinyatakan sebagai juara, sekaligus menghadapi tantangan selama proses lomba.
“Perasaannya senang dan campur aduk, apalagi tantangannya harus membuat gaun dari nol dan mengejar waktu karena seluruh proses harus selesai dalam sembilan jam,” tuturnya.
Di bidang teknologi informasi, SMK NU Al Hidayah juga meraih hasil melalui cabang Cloud Computing oleh Muhammad Miftakhus Surur yang memperoleh juara 2, serta cabang IT Software Application for Business oleh Nor Haris yang meraih juara 3. Capaian ini menunjukkan perkembangan kompetensi siswa di bidang teknologi yang terus meningkat.
Melalui ajang ini, SMK NU Al Hidayah tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga menjaga proses pembinaan yang berkelanjutan. Hasil yang diraih menjadi capaian, sementara pengalaman yang didapat menjadi bekal untuk langkah berikutnya.(rls/adb)









































