
JEPARA,Suaranahdliyin.com – Di era digitalisasi, generasi muda NU agar terus mengasah kreativitas otentik dan tidak ketergantungan pada teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam menulis.
Pesan krusial itu disampaikan Jurnalis Suara Merdeka Hasyim Asnawi dalam acara Kelas Berita Jurnalistik yang diadakan Lembaga Pers dan Penerbitan (LPP) Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Mayong Jepara di Kantor Satkordikcam Mayong, Ahad (17/5/2026). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 media Biliksantri ini mengusung tema “Jurnalistik Asyik”.
“AI boleh saja dimanfaatkan hanya sebatas alat bantu (tools), namun kendali utama pemikiran harus tetap berada pada penulis.”ujarnya.
Menurut Hasyim, pembaca yang jeli akan sangat mudah mengenali perbedaan rasa bahasa antara tulisan hasil pemikiran manusia dengan teks buatan mesin.
“Karenanya, Kunci utamanya adalah konsistensi praktikum, yaitu dengan rumus: membaca, membaca, membaca, lalu menulis, menulis, menulis,”tegasnya.
Dalam paparannya, Hasyim menjelaskan bahwa esensi jurnalistik adalah sebuah proses panjang yang dimulai dari mencari, mengolah, menulis, hingga menyampaikan informasi secara valid kepada masyarakat melalui media massa.
Selain teori, para peserta juga diajak membedah formula pembuatan berita agar produk jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga memikat pembaca.
Tak hanya itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai unsur dasar 5W+1H, manajemen struktur penulisan berita, serta perbedaan mendasar antara berita lempang (straight news) dan berita kisah (feature).
“-Feature- biasanya digunakan untuk menyajikan berita yang lebih humanis dan menghibur agar pembaca tidak bosan,” ujar Hasyim saat memberikan penegasan.
Melalui pelatihan intensif ini, LPP PAC IPNU IPPNU Mayong berharap wawasan literasi media para peserta semakin terbuka, sekaligus melecut semangat kader di tingkat bawah untuk lebih aktif memproduksi karya jurnalistik yang sehat, edukatif, dan inspiratif.
Sebelumnya dirayakan acara HUT media Biliksantri dengan pemotongan tumpeng. Hadir pengurus MWC NU Mayong dan badan otonom NU lainnya aeta puluhan pelajar IPNU IPPNU setempat. (alfia/adb)









































