KUPI II Berakhir, ini Rekomendasi yang Dihasilkan

0
316
Dinner KUPI II bareng jurnalis dan tetamu dari luar Negeri

JEPARA, Suaranahdliyin.com – Gelaran Kongres Ulama Perempuan (KUPI) II yang dilangsungkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Hasyim Asy’ari, Bangsri, Jepara dan diikuti tak kurang 1600 peserta, berakhir pada Sabtu (26/11/2022) ini.

Ada beberapa rekomendasi yang dihasilkan dalam KUPI II yang tidak hanya diikuti oleh para ulama perempuan dan tokoh-tokoh dari tanah air, tetapi terdapat puluhan peserta dari luar Negeri juga.

Pertama, ulama perempuan Indonesia hadir menjalankan misi tauhid dan risalah Nabi Muhammad untuk memanusiakan semua manusia, dan menghapuskan segala bentuk kezaliman di muka bumi.

Ulama perempuan terus menjaga integritas, menguatkan kapasitas, menghasilkan pengetahuan dan menyuarakan pandangan keagamaannya, guna ikut memajukan kehidupan berbangsa, peradaban Islam dan perdamaian dunia. Pengakuan masyarakat dan Negara atas otoritas keulamaan perempuan, merupakan kepercayaan dan pencapaian yang membanggakan sekaligus tanggung jawab yang wajib ditunaikan.

Kedua, saat dunia, bumi dan kemanusiaan sedang genting dan rapuh, ulama perempuan Indonesia bertekad untuk membangun peradaban yang berkeadilan, sebagai panggilan iman dan tuntutan zaman.

Di akar rumput, bersama mereka yang terpinggirkan dan terluka, ulama perempuan bergerak untuk menjadi bagian dari solusi bagi umat, bangsa, dunia, dan semesta. Untuk itu, otoritas keulamaan perempuan wajib terus dirawat dan dikembangkan, agar menjadi kekuatan transformatif di ruang khidmahnya masing-masing.

Ketiga, kepemimpinan ulama perempuan Indonesia dijalankan dengan memaknai teks-teks keagamaan sesuai tujuan syariat, nilai-nilai, serta cita-cita universal Islam yang luhur, yaitu terwujudnya kemaslahatan, dan keadilan bagi setiap insan sebagai manusia seutuhnya dan sebagai subyek kehidupan sepenuhnya.

Ulama perempuan menerapkan pandangan keagamaannya dalam kiprah nyata pada kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan negara. Untuk tujuan ini, ulama perempuan siap bekerja sama dalam kebaikan dan takwa dengan seluruh simpul umat, masyarakat dan Negara.

Keempat, ulama perempuan Indonesia berkomitmen untuk terus berjuang, berkarya dan berkhidmah bagi peradaban yang berkeadilan hakiki, yaitu peradaban yang memungkinkan kehidupan bermartabat, ma’ruf, bahagia dan membahagiakan bagi setiap manusia dan menjamin generasi penerus menjadi anugerah bagi semesta dalam rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. (qim, ros, gie, adb)

Comments