Pembicara Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) LP Ma’arif NU Kudus, pagi tadi

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Kudus, H. Ridwan, menekankan pentingnya mendidik peserta didik (murid) dengan sentuhan hati serta mencegah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan kognitif, tetapi juga harus memperhatikan perkembangan karakter dan potensi setiap anak.

Pesan tersebut disampaikan Ridwan dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bersama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus Tahun 2026 bertema “Mendidik dengan Hati: Mengintegrasikan Kesehatan Mental dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam”, Senin (12/10/2026), di aula SMA Islam Al Ma’ruf, Kudus.

“Di lingkungan sekolah, jangan sampai ada perundungan (bullying). Mari mendidik dengan sentuhan hati untuk mengeksplorasi bakat anak-anak, lalu mengarahkan mereka sesuai dengan potensinya,”ujar Ridwan.

Ia mengajak para pendidik agar mampu mengenali dan mengembangkan talenta peserta didik serta mengarahkannya pada kegiatan yang positif. Menurutnya, setiap anak memiliki karakter, jiwa, dan pola pikir yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pendidikan yang sesuai.

“Bagaimanapun karakter siswa, kita harus memahaminya karena setiap anak memiliki jiwa dan pikiran. Sebagaimana teori Tabula Rasa bahwa Anak itu ibarat kertas putih,” ungkapnya.

Ridwan menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh aspek intelektual atau kognitif, tetapi juga perkembangan psikomotorik. Karena itu, pendidik perlu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan potensi dirinya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Kudus, khususnya dalam membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah).

Sementara itu, Ketua Program Studi Tadris IPA UIN Sunan Kudus, Iseu Laelasari, menyampaikan bahwa kegiatan Ngopi menjadi ruang diskusi untuk menggali berbagai persoalan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kesehatan mental.

Menurutnya, kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian, baik bagi peserta didik maupun pendidik. Melalui forum tersebut, para peserta diharapkan dapat berdiskusi dan menemukan solusi nyata yang sejalan dengan esensi pendidikan Islam, yakni menghadirkan kemaslahatan dan manfaat bagi masyarakat luas.

Kegiatan yang menghadirkan
Nur Mahardika, Wakil Dekan III FKIP Universitas Muria Kudus (UMK) ini diikuti para wakil kepala bidang kesiswaan dari madrasah dan sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU Kudus. Hadir pula Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wachid, jajaran pengurus LP Ma’arif NU Kudus, serta Kepala SMA NU Al Ma’ruf, Anas Ma’ruf.(yuliana/adb)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here