Ketika Para Jurnalis Televisi Hibur Anak-anak di Posko Pengungsian

0
387
Gelaran Barongan menghibur anak-anak di posko pengungsian korban banjir

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Ekspresi ceria anak-anak pengungsi korban banjir di Kudus terpancar sesaat. Sejenak mereka melupakan kesedihan setelah beberapa hari di pengungsian akibat banjir merendam rumah mereka.

Pemandangan itu terlihat saat para jurnalis televisi di Kudus yang tergabung dalam IKatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya  mengadakan aksi sosial di posko pengungsian Balai desa Jati Wetan Kudus, Kamis sore (5/1/2023). Dengan menggandeng kelompok seni Putra Kusuma, IJTI menghibur pengungsi melalui gelaran kesenian barongan sekaligus membagikan kebutuhan anak-anak dan balita di posko pengungsian.

Para anak-anak nampak senang sembari ikut berjoget dan menari bersama para pemain barongan yang berlenggak-lenggok di teras balai desa Jati Wetan. Ada pula, mereka menari kuda lumping dengan penuh antusias. Tak ketinggalan, dua pemain berkostum badut pun beraksi mengocok perut pengungsi anak-anak.

“Disini senang, bisa ikut main barongan dan berjoget bareng temen-temen. Sudah lama di pengungsian karena di rumah masih banjir. Pingin pulang ke rumah tapi masih banjir, tapi disini juga seneng ada badut sama barongan,” ungkap Riski Maulana, salah satu anak pengungsi di posko pengungsian Jati Wetan, Kamis (5/1/2023).

Usai pagelaran kesenian barongan dan pertunjukan badut, para pengungsi korban banjir yang mayoritas ibu-ibu juga diajak bergoyang bersama sambil diiringi musik dangdut.

Ketua IJTI muria Raya Iwhan Miftakhudin mengatakan, bahwa peran jurnalis merupakan salah satu garda terdepan dalam menyampaikan informasi terkait kondisi banjir di Kabupaten Kudus. Namun, disela-sela melaksanakan tugas sebagai jurnalis, ada saatnya pula rasa kepedulian terhadap sesama muncul.

“Melihat kondisi anak-anak pengungsi korban banjir tersebut IJTI Muria Raya terpanggil untuk melakukan aksi sosial dengan menghibur anak-anak serta memberikan puluhan paket makanan, ratusan jajanan anaka-anak hingga kebutuhan anak dan balita seperti popok serta bubur bayi.”terang Iwhan Miftakhudin di Balai Desa Jati Wetan, Kamis (5/1/23).

“Setiap hari kami bersama mereka, melihat bagaimana kondisi dilapangan. Kami pahan betul beban mereka di pengungsian ini. Untuk itu kami sejenak mengajak anak-anak di pengungsian melupakan kekhawatiran mereka ketakutan mereka,”lanjutnya.

Para jurnalis televisi berbagai jajanan kepada anak-anak pengungsi

Kepala Desa Jati Wetan Agus Santoso mengapresiasi aksi para awak media yang tergabung dalam  IJTI Muria Raya yang peduli terhadap anak-anak pengungsi. Apalagi, diketahui anak-anak sudah cukup lama bertahan di pengungsian, tentunya mereka sudah ingin kembali ke rumah. Namun, sementara kondisi permukiman hingga kini masih terendam banjir.

“Kami atas nama Pemdes dan semua warga berimakasih IJTI Muria Raya, yang turut peduli dengan menghibur warga kami menghilangkan rasa jenuh mereka,”ungkap Kepala Desa.

Data terbaru BPBD Kudus mencatat, hingga saat ini terdapat 28 Desa di 5 Kecamatan di Kabupaten Kudus terendam banjir. Dimana sebanyak 961 jiwa berada di pengungsian yang tersebar di 11 titik lokasi tempat pengungsian. Dari ratusan pengungsi tersebut 83 balita dan 169 anak-anak.(rls/adb)

Comments