Jendela Puisi Bedah Cara Temukan Inspirasi Menulis

0
201

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Bicara tentang literasi dan kepenulisan, Komunitas Jendela Puisi mengadakan ngobrol santai bersama Redaktur Suara Nahdliyin Muhammad Farid bertema “Turun Dari Mana Inspirasi Menulis?” secara live di Instagram @jendela.puisi, Sabtu (15/01/2022).

Bersama narasumber tunggal Muhammad Farid, bincang santai yang dipandu oleh Wisnu Bayu Murti ini membahas tentang bagaimana cara menumbuhkan motivasi menulis dan cara menulis di media. Farid mengatakan seorang penulis harus memotivasi dirinya sendiri untuk terus menulis dan siap mental.

“Kita harus siap dibilang tulisan kita jelek sampai kita sadar untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Farid.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa hal yang terpenting dari menulis adalah percaya diri pada tulisan yang dihasilkan. Untuk mengetahui sejauh mana penulis itu berproses, ia harus memberanikan diri mengirim tulisan ke media-media baik lokal maupun nasional.

“Jangan sampai tulisan itu kita pendam sendiri. Dengan memberanikan mengirim tulisan ke redaksi, kita bisa menikmati apa yang kita tulis,” sambungnya.

Tak lupa, Farid juga membagikan tips and trik menulis agar dapat dimuat di media. Ia mengatakan prinsip menulis di media sama halnya dengan prinsip jual beli.

“Sebagai pedagang dari tulisan kita sendiri, kita mesti menuruti apa yang diinginkan konsumen, apa yang dibutuhkan dan apa yang ingin dibaca oleh pembaca,” ungkapnya.

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam menulis, kata Farid adalah mendefinisikan ulang apa yang dipikirkan orang banyak. Kedua menemukan kembali solusi atau apa yang kita tawarkan ke pembaca. Dan ketiga harus percaya diri.

“Pede itu kuncinya kita harus tahu kelebihan dan kekurangan dari tulisan kita, apa yang unik dan kelebihan itu di taruh di awal paragraf,” jelasnya.

Terakhir, ia berpesan jika menulis atau menjadi penulis harus konsisten. Dengan konsistensi, pasti kita akan mendapat capaian dari jerih payah yang kita alami.

“Kita punya jatah tulisan jelek masing-masing. Habiskan jatah tulisan jelek di masa mudamu supaya tinggal muncul tulisan bagus,”pungkasnya.(Hasyim/ros)

Comments