
BATANG,Suaranahdliyin.com – Guna menyiapkan relawan tangguh sekaligus fasilitator kebencanaan, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Kabupaten Batang mengadakan Training of Trainer (ToT) di Madrasah Diniyah At Taqwa, Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Ahad (18/1/2026). Kegiatan ini diikuti kader IPNU dan IPPNU se-Kabupaten Batang
Ketua PCNU Kabupaten Batang, KH. Ahmad Munir Malik menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial warga Nahdlatul Ulama. Menurutnya, penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak bencana.
“Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu, kader-kader NU harus siap secara ilmu, mental, dan keterampilan. ToT ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan relawan yang mampu melatih masyarakat agar lebih siap menghadapi risiko bencana,”ujarnya.
Ketua LPBI NU Batang, Wieyarto, menjelaskan bahwa ToT dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis kebencanaan. Peserta dilatih agar mampu menjadi fasilitator dan agen edukasi kebencanaan di masyarakat.
“Peserta tidak hanya belajar konsep kebencanaan, tetapi juga dilatih menjadi fasilitator, menyampaikan materi mitigasi, serta mempraktikkan simulasi tanggap darurat. Harapannya, setelah ini mereka bisa turun langsung mengedukasi masyarakat dan sekolah-sekolah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk mengikuti materi tematik secara paralel. Materi mitigasi bencana di sekolah disampaikan oleh Slamet Nurchamid, M.Pd., yang membahas strategi kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan. Materi trauma healing dibawakan oleh Liesnaeni dengan fokus pada penanganan psikososial pascabencana.
Sementara itu, materi pertolongan pertama disampaikan oleh Jati dan Irfan dengan penekanan pada keterampilan dasar penyelamatan korban.
Setelah seluruh sesi materi selesai, peserta mengikuti peneguhan komitmen sebagai Relawan NU Peduli. Dalam sesi tersebut, peserta menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam kegiatan kebencanaan, kemanusiaan, dan pengabdian masyarakat di bawah koordinasi LPBI NU.
Kegiatan ditutup dengan rangkuman hasil ToT dan penegasan tindak lanjut.(Santoso/adb)







































