Habib Luthfi: Tugas Rais Am Jatman Sangat Berat

0
970

Pekalongan, Suaranahdliyin.com – Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya menyatakan dirinya tidak bangga menjadi Rais Am Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman).

Hal  ini diungkapkan Habib Luthfi di hadapan Muktamirin usai dinyatakan terpilih oleh anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) pada sidang komisi Majelis Ifta’ pada Sidang Pleno penetapan hasil hasil sidang komisi yang dipimpin DR Masyhudi.

Menurut habib Luthfi, tugas menjadi Rais Aam sangat berat. Tidak hanya memimpin organisasi kumpulan tarekat yang mu’tabar saja, akan tetapi juga menjaga agar tarekat tarekat di bawah naungan Jatman tetap istiqomah dan lurus sanadnya hingga Rasulullah.  Bagi dirinya, menjadi pemimpin tidak saja bertanggung jawab pada organisasi setiap lima tahun sekali, akan tetapi lebih dari itu bertanggung jawab dunia akherat.

“Saya sungguh tidak bangga menjadi Rais Am, tugas berat mengemban amanat di Jatman tidak saja menjaga tarekat di bawah naungan Jatman agar tetap lurus tetapi juga mempertanggungjawabkan di dunia dan akherat,” ujar Habib Luthfi.

Keputusan lain terkait dengan sidang Majelis Ahwa ialah menetapkan Wakil Rais Am dijabat KH Ali Mas’adi asal Mojokerto Jawa Timur, Katib Am KH Zaini Mawardi Demak. Selanjutnya Mudir Am dijabat KH Wafiudin Sakam asal DKI dan Wakil Mudir Am Habib Umar Mutohar, SH.

Sidang Pleno yang berlangsung Rabu malam (17/1) di Pendopo lama Kota Pekalongan juga menetapkan Ketua Umum Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Matan) DR Hamdani Muin Dosen UIN Walisongo Semarang untuk kedua kalinya.

Keputusan menunjuk Hamdani Muin, setelah pada Sidang Komisi Matan sepakat mengusulkan dua nama yakni Habib Husen bin Luthfi bin Yahya dan DR Hamdani Muin. Akan tetapi setelah dua nama ini disodorkan ke Habib Luthfi selaku Rais Am terpilih, Habib Luthfi memilih Hamdani Muin dengan alasan anaknya belum saatnya menjadi orang pertama di Matan. (m ngisom cholil/adb)

Comments