Haflatul Hidzaq VIII dan Muwaada'ah Kelas VI PTPA Yanaabii'ul Qur'an Kudus
Gus Bab Tekankan untuk Menjaga Hafalan Qur’an

0
572
KH.Ulil Albab Arwani menyampaikan mauidhah hasanah di PTPA Yanaabi’ul Qur’an dukuh Sambeng karangmalang Gebog Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Menjaga hafalan Al-Qur’an tidak semudah menghafalnya. Sebab harus istiqomah dan konsisten untuk nderes atau membaca Alquran setiap hari.

Demikian itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus KH Ulil Albab Arwani (Gus Bab) ketika mauidhah hasanah dalam acara Haflatul Hidzaq VIII dan Muwaada’ah Kelas VI Pondok Tahfidz Putri Anak-Anak (PTPA) Yanaabii’ul Qur’an dukuh Sambeng desa Karangmalang Gebog Kudus, Sabtu pagi  (04/06/2022).

“Menghafal Al-Qur’an itu mudah, nyatanya banyak anak-anak yang bisa tahfidz, yang sulit itu menjaga hafalannya,” kata Gus Bab.

BACA JUGA : Gus Bab Tegaskan Pentingnya Jihad dengan Harta

Meskipun begitu, lanjutnya, Allah memudahkan siapa saja yang hendak dalam menghafal Al-Qur’an. Oleh karenanya, ketika nderes atau mengaji harus sungguh-sungguh.

“Diperbanyak membaca (ngaos) Al-Qur’an menurut kemampuannya, kalau bisa satu minggu sekali khatam,”sambung Rais PCNU Kudus ini.

Gus Bab menyarankan nderes Alquran yang baik dimulai dari hari Jum’at. Menurutnya, bagi yang sudah hafidz, khatam dalam seminggu tidak begitu berat.

Selain itu, Gus Bab juga menekankan bahwa membaca Al-Qur’an dianjurkan bagi semua orang, tidak hanya yang menghafal saja. Ia berpesan, setiap rumah yang dihuni oleh umat Islam harus dihiasi dengan bacaan-bacaan Al-Qur’an setiap hari.

“Rumah yang dihiasi Alquran akan datang banyak kegembiraan dan kelapangan, sebaliknya, jika penghuni rumah jarang membaca Al-Qur’an, hatinya atau rezekinya akan disempitkan,”terangnya.

Santriyah PTPW Yanaabi’ul Qur’an foto bersama Gus Bab dan pengasuh pondok usai haflah

Paling tidak, mengikuti anjuran dari para ulama, umat Islam dianjurkan untuk menghantamkan Al-Qur’an dalam setahun sebanyak dua kali. Sehingga, Gus Bab menyimpulkan, dalam sehari minimal membaca Al-Qur’an sebanyak 4 halaman.

“Membaca Al-Qur’an itu ibarat kita WhatsApp-an dengan Allah, berkomunikasi, berdialog yang berfaedah. Kalau bisa sebanyak-banyaknya,”pesannya.

Dalam haflah itu, sebanyak 27 santriyah tahfidz telah khatam Al-Qur’an.  Pada kesempatan itu sekaligus muwaada’ah 44 santri kelas VI(Sim/adb,ros)

Comments