HUMOR
Gara-gara Kambing

0
635
Kambing (Foto Ilustrasi)

Bagi kebanyakan orang, saat menerima bantuan biasanya senang bahagia. Namun, berbeda yang dirasakan salah satu warga sebut saja namanya Kang Darmo.

Ceritanya, Kang darmo menerima tawaran bantuan kambing 3 ekor dari sebuah lembaga. Tawaran itu datang dari Bejo, sahabat dekatnya.

“Kang Darmo, sampeyan mau bantuan kambing?,”tanya Bejo

“Boleh kang, Tapi saya gak punya lokasi tempat untuk kandang,”jawab Kang Darmo.

“Gampang kang Darmo, saya punya kandang nanti bisa ditaruh di tempatku,”ujar Kang Bejo.

“Iya kalau begitu,”sahutnya.

“Cuma ada syaratnya kang,”lanjut kang Bejo.

“Apa kang,”Tanya Kang Darmo.

“Tanda terima bantuan kambingnya tertulis 3 ekor, nanti pean cuma menerima dua ekor.”jelas Bejo.

Karena merasa mendapat bantuan tanpa harus mengeluarkan uang, Kang Darmo pun menerima persyaratan dari sahabat dekatnya itu. “Siap kang Bejo, gak papa,”ujarnya penuh semangat.

Usai menerima bantuan dalam beberapa pekan. kang Darmo kebingungan. Pasalnya, ia mendapat kabar akan ada peninjauan bantuan oleh lembaga terkait.

Kang Darmo berpikir keras ingin merekayasa dengan menaruh kambing di rumahnya beberapa hari. Namun pikirnya, hal itu tidak mungkin. Selain tidak ada tempat, petugas peninjau datangnya tidak bisa dipastikan waktunya.

Akhirnya Kang Darmo pasrah, tidak jadi ‘mengelabui’ petugas. Saat peninjau datang, Ia menyambutnya dengan penuh ramah.

“Gimana pak Darmo, kambingnya,”Tanya petugas.

“Alhamdulillah, sudah saya terima. Kambingnya sehat-sehat,”ujar Kang Darmo.

Saat ditanya keberadaan kambingnya, ia kebingungan menjawab. Ketika didesak petugas, akhirnya ia buka suara.

“Ini pak ‘kambing’nya”jawabnya sambil menunjuk ke arah dirinya.

Petugas tak mengerti jawaban kang Darmo. “Maksudnya pak?,”

“Gara-gara bantuan kambing itu, saya malah jadi ‘kambing hitam’ pak,”jawab kang Darmo dengan raut sedih.

Awalnya petugas tak mengerti penjelasan kang Darmo. Tetapi, setelah mendapat keterangan kang Darmo, petugas jadi paham.

“Oalah pak,pak, nasibmu kalah dengan kang Bejo.”seloroh petugas.

Kang Darmo hanya terdiam melongo. Kasihan.(adb)

Comments