Gandeng Mahasiswa KKN 145 UIN Sunan Kudus, Fatayat NU Penambuhan Kembangkan Buku Saku Keagamaan

0
40
Kader Fatayat NU Penambahan Pti bersama. Mahasiswi KKN UIN Sunan Kudus sedang membaca maulid Nabi Muhammad SAW

PATI, Suaranahdliyin.com – Pada momentum maulid Nabi Muhammad SAW. Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Penambuhan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 145 UIN Sunan Kudus. Mereka akan mengembangkan Buku Saku Keagamaan yang diterbitkan Fatayat.

Rencana itu disampaikan Ketua PR Fatayat NU Ranting Penambuhan, Siti Zubaidah, dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di rumah Dwi Hardika Setyarini desa Penambuhan, Ahad (23/8/2026) malam.

Siti Zubaidah mengatakan, pengembangan buku saku tersebut berangkat dari sejumlah kekurangan pada buku yang telah digunakan sebelumnya. Salah satunya ukuran huruf terlalu kecil sehingga kurang nyaman dibaca. Selain itu, bagian tahlil dan doa juga dinilai masih perlu dilengkapi.

“Kita punya buku saku Fatayat, tapi buku tahun lalu ada beberapa kekurangan. Hurufnya terlalu kecil, jadi agak sulit dibaca, terutama untuk sahabat-sahabat yang sudah sepuh. Selain itu, ada bagian tahlil serta doa yang dirasa kurang lengkap. Sehingga kami berkolaborasi dengan mahasiswa KKN 145 UIN Sunan Kudus untuk kemudian dikoreksi dan dikembangkan,”
ujarnya

Buku saku tersebut nantinya akan memuat sejumlah materi yang menjadi bagian rutin dari kegiatan Fatayat. Di antaranya susunan acara rutinan, naskah pembawa acara, sambutan, Yasin, tahlil, doa, Asmaul Husna, lagu kebangsaan, hingga sholawat.

Menurut Zubaidah, pengembangan buku saku tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pelengkap kegiatan rutin. Buku itu diharapkan dapat menjadi panduan praktik bagi sahabat Fatayat dalam mengikuti kegiatan keagamaan, baik di majelis maupun dalam aktivitas ibadah sehari-hari.

“Harapannya, buku saku ini bisa jadi teman sehari-hari sahabat Fatayat, terutama untuk ibadah di rumah dan majelis taklim,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari keterlibatan mahasiswa KKN 145 UIN Sunan Kudus dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat Desa Penambuhan. Dalam acara Maulid Nabi tersebut, mahasiswa KKN juga terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan, termasuk memimpin al barzanji, tahlil, doa, dan Asmaul Husna.

Sekretaris KKN 145, Zulvika Dias Cahyani, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut keikutsertaan dalam Maulid Nabi bersama Fatayat NU Ranting Penambuhan menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa KKN.

“Kami senang bisa ikut memimpin al barzanji, tahlil, doa, dan Asmaul Husna. Ini pengalaman pertama bagi kami mengikuti Maulid Nabi bersama sahabat Fatayat NU Ranting Penambuhan,” ucap Zulvika.

Ia menyampaikan terima kasih kepada PR Fatayat NU Penambuhan atas kolaborasinya dengan mahasiswa KKN 145. “Terima kasih sudah menggandeng kami dan mengajak berkolaborasi dalam pengembangan buku saku Fatayat NU Ranting Penambuhan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Siti Zubaidah juga mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, Maulid menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah sekaligus memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di lingkungan jam’iyyah Fatayat.

“Maulid Nabi merupakan momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Di tingkat ranting, ini berarti kita harus memperkuat ukhuwah, saling menolong, dan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan,” tegasnya.

Zubaidah berharap kehadiran buku saku tersebut nantinya dapat mendukung keberlangsungan kegiatan PR Fatayat NU Penambuhan sekaligus memperkuat tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

“Mari kita jadikan Fatayat NU di Penambuhan sebagai rumah bersama, tempat kita belajar, beribadah, dan berbagi kebaikan untuk desa,”ajaknya.

Peringatan Maulid Nabi yang berlangsung dalam nuansa khas Ahlussunnah wal Jamaah diikuti oleh 10 mahasiswi KKN 145 UIN Sunan Kudus dan sedikitnya 21 sahabat Fatayat NU Penambuhan.

Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw., kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antara Fatayat NU Penambuhan dengan mahasiswa KKN. (Alya Zykratul Rahma/adb)

Comments