
SRAGEN,Suaranadliyin.com -Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mojorejo Karangmalang Sragen menggelar rapat rutin bulanan di kediaman Ketua Ranting GP Ansor Mojorejo, Muhammad Irfan, Rabu malam (26/11/2025). Kegiatan yang diikuti para pengurus dan kader ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan menghadirkan pengalaman yang berbeda dari rapat-rapat sebelumnya.
Keunikan tampak dari hadirnya gerobak pentol ayam milik Andy Saputro, salah satu kader Ansor Mojorejo yang sengaja diundang untuk membawa sekaligus memperkenalkan usahanya kepada para peserta rapat. Gerobak pentol ayam yang terparkir di teras rumah ketua ranting tersebut menjadi pusat perhatian dan menciptakan nuansa yang lebih akrab di antara pengurus.
Ketua PR GP Ansor Mojorejo, Muhammad Irfan, menegaskan bahwa langkah mengundang Andy beserta gerobaknya merupakan bentuk dukungan organisasi terhadap kemandirian ekonomi kader. Menurutnya, GP Ansor tidak hanya fokus pada pembinaan spiritual dan kaderisasi, tetapi juga bertanggung jawab mendorong penguatan ekonomi anggota melalui ruang-ruang kreatif seperti ini.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Ansor Mojorejo hadir untuk kadernya secara menyeluruh. Kehadiran Mas Andy dengan gerobak pentol ayamnya adalah contoh bagaimana organisasi memberi dukungan langsung kepada usaha-usaha mikro yang dijalankan kader,” ujarnya.
Rapat malam itu membahas sejumlah agenda penting, di antaranya penguatan kegiatan keagamaan, persiapan pelatihan kader, serta komitmen mensukseskan program Ranting Nahdlatul Ulama di lingkungan Mojorejo. Diskusi berjalan serius namun tetap cair, sejalan dengan suasana guyub yang tercipta di kediaman ketua ranting.
Selepas rapat, para pengurus dan kader menikmati pentol ayam buatan Andy Saputro. Momen sederhana ini memperlihatkan kedekatan dan soliditas antar-kader, serta menjadi contoh konkret bagaimana kegiatan organisasi dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi mikro anggota.
Andy Saputro mengaku merasa tersanjung telah diundang untuk hadir sekaligus membawa gerobaknya. Ia menyampaikan bahwa dukungan ini menjadi dorongan tersendiri baginya untuk terus mengembangkan usahanya.
“Saya sangat bersyukur dan merasa dihargai. Tidak hanya ikut rapat, tetapi saya juga bisa mengenalkan usaha pentol ayam saya kepada teman-teman. Dukungan seperti ini sangat berarti untuk perkembangan usaha saya,” ungkapnya.
Menurut Andy, usaha pentol ayam merupakan pekerjaan utama yang ia jalani setiap hari. Meski demikian, ia tetap berkomitmen aktif mengikuti kegiatan Ansor sebagai bentuk khidmah dan ruang pembelajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Irfan menyampaikan harapan agar semangat saling mendukung antar-kader seperti ini terus tumbuh di tubuh Ranting GP Ansor Mojorejo. Ia menekankan bahwa kemandirian ekonomi umat dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan di tingkat ranting.
“Kami ingin membangun budaya saling menguatkan. Ketika ada kader yang memiliki usaha, kader yang lain ikut membantu dan memberi ruang. Dari sinilah kemandirian ekonomi bisa bertumbuh,” tambahnya.
Rapat rutin ditutup dengan doa bersama serta penegasan komitmen para pengurus untuk menjalankan program yang telah dirumuskan. Suasana hangat sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah fondasi utama gerakan Ansor di tingkat ranting.(Aji/adb)






































