Ketua PW IPPNUJateng Dwi Sangita

SEMARANG,Suaranahdliyin.com – Jawa Tengah ditetapkan menjadi tuan rumah Kongres XX Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) pada November mendatang. Menurut rencana, Kongres akan digelar di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kendal.

Untuk kesuksesan perhelatan permusyawaratan tertinggi banom pelajar NU ini, Pimpinan Wllayah (PW) IPPNU Jawa Tengah menyatakan kesiapannya. Mereka akan mengerahkan ratusan kader untuk mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Kongres XX IPPNU.

“Ratusan kader disiapkan untuk terlibat dalam kepanitiaan lokal guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.”ujar Ketua PW IPPNU Jawa Tengah, Dwi Sangita, di Semarang Jum’at (9/10/2026).

Dwi mengatakan bahwa keterlibatan kader dalam kepanitiaan lokal tidak hanya berorientasi pada kesuksesan teknis penyelenggaraan, tetapi juga menjadi ruang khidmah, pembelajaran, dan penguatan solidaritas antarkader. Menurutnya, momentum menjadi tuan rumah kongres harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan aspirasi kader di tingkat akar rumput mendapat ruang dalam pengambilan keputusan.

“Jangan sampai keputusan di tingkat pusat jauh dari realitas perjuangan kader di lapangan. Suara harus benar-benar hadir, didengar, dan diterjemahkan menjadi kebijakan serta gerakan organisasi ke depan,” tegasnya.

Sangita mengharapkan Kongres XX IPPNU tidak hanya berlangsung tertib dan lancar, tetapi juga menghasilkan keputusan yang mampu menjawab kebutuhan kader serta tantangan pelajar perempuan yang semakin kompleks. Ia menilai, kongres sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi harus menjadi ruang evaluasi, perumusan arah gerakan, dan penguatan partisipasi kader di setiap tingkatan.

“Kongres harus jadi ruang evaluasi, perumusan arah gerakan, dan penguatan partisipasi kader di setiap tingkatan.”

Dikatakan, keberhasilan kongres tidak cukup diukur dari kelancaran penyelenggaraan atau terpilihnya kepemimpinan baru. Lebih dari itu, kongres harus mampu meninggalkan warisan berupa tata kelola organisasi yang demokratis, partisipatif, dan berpihak pada kebutuhan kader.

“Legacy terpenting dari kongres bukan semata-mata siapa yang terpilih menjadi pemimpin, melainkan bagaimana kita membangun organisasi yang lebih demokratis, partisipatif, dan mampu menjawab kebutuhan kader. Jangan sampai kader hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi tidak memiliki ruang untuk menentukan arah organisasi,” ujarnya.

Melalui persiapan yang terus dimatangkan, PW IPPNU Jawa Tengah berupaya memastikan penyelenggaraan Kongres XX di Kendal berjalan sesuai dengan rencana.

Selain menyukseskan pelaksanaan kegiatan, momentum ini diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi dan mendorong keterlibatan kader dari tingkat pusat hingga anak ranting dalam menentukan arah gerakan IPPNU.(Septy Aisah/adb)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here