,
Diresmikan Hari Ini, Taman Batik Akar Kartini Rembang

0
226
Akar Jati, salah satu display yang berada di Taman Batik Akar Kartini (TBAK) Rembang

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Bagi pengunjung makam Raden Ajeng (RA) Kartini, bakal bisa menikmati destinasi wisata baru Taman Batik Akar Kartini (TBAK) di desa Bulu, Rembang. Kamis hari ini (17/9/2020), TBAK yang lokasinya berada satu komplek Makam Pahlawan Nasional RA Kartini diresmikan.

Dari pengamatan langsung suaranahdliyin.com,Selasa malam (15/9/2020), taman seluas 1 hektar ini terdapat joglo sekaligus resto yang didalamnya terpajang galeri batik tulis Matoh dan display aneka meja kursi dari akar pohon jati. Di luar juga terdapat aneka ratusan tanaman bunga termasuk bunga Celocia yang menarik dan pepohonan besar yang meneduhkan.

Menurut Penggagas TBAK Sunarto, lahirnya ide TBAK berawal pada keinginan pengembangan obyek makam RA Kartini supaya lebih menarik bagi wisatawan. Keberadaan makam pahlawan nasional ini telah menginpirasi untuk membangun efek multiplier guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Kita memanfaatkan potensi yang ada di desa Bulu seperti makam, Batik Tulis dan Akar sebagai icon menarik TBAK,”ujarnya kepada suaranahdliyin.com, Selasa malam (15/92020).

Ia menuturkan rintisan TBAK sudah berlangsung sejak awal Desember 2019 semenjak awal kepemimpinan Kepala Desa Suharyati. Waktu itu, Ia melihat tanah milik keluarga KRMAA Abdul Karnen Djojo Adhiningrat (Putra Bupati Rembang pertama) ini terdapat bangunan kuno yang berdiri bersamaan makam RA Kartini tidak terawat dengan lahan yang luas.

“Seiring pemerintah desa ingin mewujudkan destinasi wisata, kami tergugah menjalin kerjasama dengan pihak keluarga Abdul Karnen untuk memoles bangunan dan lahan ini menjadi taman,”terang Sunarto yang juga suami kepala Desa Bulu ini.

Disinggung mengenai RA Kartini, Sunarto memaparkan bahwa pahlawan perempuan yang wafat 17 September 1904 ini juga pernah membatik. Begitu pula, adik R.M.P Sosrokartono ini melarang mengeskpor akar kayu sebelum diolah terlebih dahulu.

“Bagi warga sini, batik dan akar adalah wujud ekspresi meneruskan ajaran RA Kartini,”tandas pria perajin akar ini.

Dengan mengambil moment hari wafatnya RA Kartini, TBAK diresmikan Kamis (17/9/ 2020) ini. Sejumlah komponen pelaku wisata Rembang seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial Pengusaha, Pelajar SMA , Komisi D DPRD Rembang, Pengelola Hotel, dan kepala desa se- Rembang turut menghadiri peresmian TBAK.

“Semoga TBAK ini mampu menjadi destinasi wisata yang bernuansa religi dan edukasi dan mampu menyerap peningkatan taraf hidup warga,”harap Sunarto.(adb/ros)

Comments