Alkuturasi Tradisi dan Budaya ‘Kirab Manten’ di Masjid Wali Loram Kudus

0
748
Masjid Wali Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus/ Foto: istimewa

KUDUS, suaranahdliyin.com– Masjid At-Taqwa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Wali Loram, berlokasi di Desa Loram, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Masjid ini diyakini didirikan oleh Sultan Hadlirin pada 1597 M. Sultan Hadlirin merupakan suami dari penguasa Jepara waktu itu, Ratu Kalinyamat.

Salah satu riwayat menyebutkan, bahwa Sultan Hadlirin merupakan putera dari Sultan Aceh Syekh Mukhayyat.

Masjid Wali Loram sendiri memiliki gaya bangunan Jawa – Hindu, yang dikombinasikan dengan gaya bangunan yang berasal dari Timur Tengah.

Hal itu sepeti terlihat pada serambi masjid yang beronamen seperti masjid-idesjid yang berada di Timur Tengah. Gapura depan Masjid Wali itu, bangunannya persis seperti gapura yang berada di Menara Kudus.

Masjid dan gapura tersebut memiliki sejarah yang masih dilestarikan dan dipercayai masyarakat Loram saat ini.

Tradisi tersebut ialah “Kirab Manten”. Tradisi ini diwajibkan untuk para pengantin baru yang melewati pintu barat dan timur masjid gapura klasik batu bata merah bercorak Hindu setelah ijab kabul.

Tradisi “Kirab Manten” merupakan upaya meningkatkan dan mengingatkan cikal bakal keluarga baru yang agar selalu dekat dengan Allah SWT. Tradisi budaya tersebut menjadi sebuah ciri khas bagi warga Desa Loram Kulon.

Penulis:

Mahdiyyah Naqaisya Zahra, mahasiswa PPL Prodi KPI FDKI IAIN Kudus. Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Comments