Tiga Pesan Mutiara Cak Nun di Acara RS Kumala Siwi Kudus

0
254
Budayawan Emha Ainun Nadjib di Lapangan Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) kembali hadir di Kudus. Kali ini, ia mengobati dahaga ilmu masyarakat Kaliwungu dan sekitarnya dalam acara Sinau Bareng Cak Nun di Lapangan Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus, Selasa (03/09/19).

Ribuan masyarakat itu berbondong-bondong hadir dari berbagai penjuru termasuk daerah-daerah yang jauh. Ada yang dari Tegal, Bojonegoro, Cilacap, Bondowoso, Brebes dan sebagainya. Beberapa dari mereka itu mengaku rindu kepada Cak Nun dan ingin sinau bareng. Tidak hanya itu, mereka juga mengaku ingin menyambung silaturrahim dan menjaga kerukunan antar warga se-Indonesia.

Bukan Cak Nun namanya kalau tidak mengeluarkan kata-kata mutiara dan pesan sebagai renungan. Mengawali pertemuan malam itu, Cak Nun secara spontan mengeluarkan ungkapan mutiara. Setidaknya ada tiga pesan yang patut dijadikan renungan dan pelajaran berharga.

Pertama, Cak Nun mengajak kepada jamaah agar senantiasa mengikuti jalan Allah dan Rasulullah dalam mengarungi kehidupan. Cak Nun juga berpesan supaya jangan sampai kita bekerja demi selain Allah dan Rasulullah.

“Berkeringatlah untuk Allah, bekerjalah untuk Allah dan Rasulullah. Jangan engkau melakukan keduanya demi selain Allah dan Rasulullah. Semakin banyak kau berkeringat karena-Nya, semakin banyak kau bekerja keras karena Rasul-Nya. Maka hidupmu akan diridlai dan kelak kau akan bersama keduanya di Surga,” kata Cak Nun mengawali Sinau Bareng malam tersebut.

Kedua, Cak Nun mengatakan bahwa ada dua makna mengkhatamkan Alquran. Menurutnya Alquran bisa dikhatamkan dalam dua cara yaitu harfiah dan maknawiah. Harfiah berarti kita membaca teksnya mulai awal hingga akhir. Sedangkan maknawi berarti melakukan perintah dan aturan yang terkandung di dalamnya.

“Mengkhatamkan Alquran ada dua makna, pertama secara harfiah berarti kamu membacanya mulai awal sampai habis. Tetapi juga khatam bisa berarti secara maknawi, yaitu mencoba melakukan satu demi satu apa yang menjadi perintah dari Alquran,” jelasnya.

Ketiga, Cak Nun mengungkapkan jika kesejatian hidup adalah menuruti kehendak Allah dan segala yang telah diatur oleh Allah. “Hidup adalah tempatmu berpijak dan mengalir sesuai yang dikehendaki-Nya dan menurut aturan-Nya,” tuturnya saat meminta para vokalis Kiai Kanjeng untuk berdiri dan melantunkan doa khatam Alquran bersama jamaah.

Hadir pula pada malam itu budayawan asal Pati, Habib Anis Sholeh Ba’asyin, budayawan dan akademisi Kudus Dr. Abdul Jalil, M.E.I., dan banyak tokoh lainnya. September ini Cak Nun masih diagendakan mengisi dua acara besar lainnya di Kudus. Yakni di SMA 2 Kudus Purwosari pada 04 September 2019 dan di SMA NU Al-Ma’ruf pada 09 September 2019. (rid/adb)

Comments