Romo Budi: Gus Dur Budayawan Interelegius yang Andal

0
373
Sejumlah tokoh nasional hadir dalam refleksi dalam rangka haul Gus Dur

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah menggelar refleksi budaya dalam rangka Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara digelar di kantor DPW PKB Jateng di Semarang, Senin (30/12) malam.

Hadir antar lain budayawan Sudjiwo Tedjo, Kirun (dai dan komedian), Romo Aloysius Budi Purnomo (Ketua Komisi Hubungan Antar-Agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang), perwakilan Kristen, Hindu, Budha, Katholik, dan ‘rakyat’ Janjukers.

Dari jajaran PKB, di antaranya hadir H. Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB/ Wakil Ketua MPR RI), KH M Yusuf Chudlori (Ketua DPW PKB Jateng), KH A Badawi Basyir (wakil Dewan Syuro DPW PKB Jateng), Sukirman (Sekretaris DPW PKB Jateng), Abdul Hamid (Ketua Komisi E), dan Syarif Abdillah (Ketua Fraksi).

KH M Yusuf Chudlori, mengutarakan, sosok Gus Dur memang telah berpulang, namun semangat dan spirit perjuangannya akan tetap bersemayam di kehidupan ini. “Gus Dur dicintai banyak manusia, karena beliau mencintai banyak manusia,” katanya.

Dikatakannya, Gus Dur merupakan inspirasi PKB dan guru bangsa. ‘’Gus Dur mencita-citakan Indonesia sebagai rumah besar bagi masyarakat, seluruh suku dan agama. Ini yang akan terus kita jaga,” paparnya.

Sujdiwo Tedjo, dalam kesempatan itu mengaku dirinya sering mendatangi Haul Gus Dur. “Ajaran-ajaran dari Gus Dur adalah bagaimana kemanusiaan diposisikan di atas segalanya. Termasuk agama dan politik,” jelasnya.

Romo Aloysius Budi Purnomo (Romo Budi), mengatakan, Gus Dur merupakan budayawan interelegius yang andal. “Beliau mengutamakan kebudayaan, dalam kebudayaan pada kemanusiaan. Dan dalam kemanusiaan ada kehidupan yang dibela Gus Dur,” bebernya.

Dalam pandangannya, Gus Dur adalah ulama sekaligus guru bangsa. Tapi secara khusus Gus Dur itu budayawan interelegius. “Ketika agama-agama dalam keberagaman ini bisa rukun bersatu, maka kebudayaan interelegius dihadirkan. Hidup akan damai dengan siapa pun, tanpa diskriminasi. Nah itulah Gus Dur bagi saya,” tegasnya. (rls/ adb, ros, rid)

Comments