Master Chef IPPNU, Menyulap Bahan Tradisional menjadi Makanan Modern

0
481
Suasana Lomba Master Chef pada bulan prestasi pelajar

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Bulan Prestasi Pelajar (BPP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ( IPNU-IPPNU) Kecamatan Gebog Kudus Jum’at (19/1/2018) ternyata mampu menjadi ajang kreatifitas. Para pelajar NU penuh semangat menunjukkan kemampuannya dalam berbagai cabang lomba yang mereka ikuti.

Salah satu lomba Master Chief (memasak) banyak menarik perhatian pengunjung. Berlangsung di tempat parkir MtsNU Hasyim Asy’ari 2 Sudimoro Karangmalang Gebog, 15 peserta IPPNU yang tergabung dalam  6 tim mengolah makanan yang berbahan dasar “ketela”.

Menurut koordinator lomba Umawati, lomba memasak bertajuk Master Chef ini dikhususkan untuk para anggota IPPNU. Tujuannya, sebagai tindak lanjut atau kegiatan praktek dari program pemberdayaan perempuan yang diadakan setiap dua pekan pada Sabtu Legi dan Sabtu Pahing.

“Dalam program( ketrampilan) pemberdayaan perempuan kegiatannya beragam seperti membuat baki lamaran, membuat makanan, kue-kue basah atau kering dan kegiatan kreatif lainnya.  Kami praktekkan pada lomba  ‘Master Chef’ membuat makanan yang bahan dasarnya adalah ketela, kita ingin melihat kreatifitas kreatifitas dari rekanita semuanya,” katanya

Pada lomba ini, peserta harus mampu menunjukkan menu yang sesuai  lima kriteria untuk mendapat penilaian dari dewan juri. Seorang juri Sri Utami, mengatakan lima kreteria adalah cita rasanya, penampilan, kreatifitas resep, kebersihan dan kekompakan.

“Lima kreteria inilah yang menjadi patokan penilaian,”ujar pemilik  usaha jajanan “Rizki Jaya”.

“Yang penting rasanya tidak menyimpang. Biasanya kalau ketela pasti kan dibuat gethuk rata rata, tapi disini kita cari sesuatu yang berbeda, kita cari yang menarik, modern, dan kekinian,”imbuh juri dua Evi , pembina fatayat.

Meskipun berbahan dasar ketela, namun pesertanya mampu membuat sesuatu yang ‘beda’ dan patut untuk dicoba. Salah satunya dari Pimpinan Ranting Gribig yang menyulap ketela menjadi Brownis coklat yang menggiurkan. Dengan durasi waktu 90 menit, tim yang terdiri dari Ana, Sari, Yuni, Nisa’, Putri, dan Eka ini mampu menyelesaikan  makanan kreasi mereka yang dinamai “Brownis Kukus Singkong Keju”.

“Ketela kan identik dengan makanan tradisional, karenanya kami membuatnya menjadi sesuatu yang modern dan bisa bersaing dengan makanan modern sekarang ini,” ungkap salah satu tim Pimpinan Ranting IPPNU Gribig.(novi/adb)

Comments