Konfercab dan Upaya Menggerakkan “Lokomotif” NU Kudus

0
271
Khifni Nasif

Oleh : Khifni Nasif*

Pemilihan ketua NU Kudus sebentar lagi digelar. Berbagai rangkaian acara telah dilaksanakan untuk memeriahkan pagelaran akbar bagi NU Kudus lima tahunan itu. Expo misalnya, para kader mulai dari ranting hingga MWC membuka stand untuk menunjukkan eksistensinya dengan ragam produk yang ditawarkan kepada pengunjung. Expo NU adalah ruang, sarana sekaligus bukti bahwa para kader kita bisa mandiri dalam bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat berdikari.

Kendati begitu, ada yang lebih menarik selain Expo, yaitu kegiatan Focuss Group Discussion (FGD), yang telah diadakan satu minggu sebelumnya. Pada kegiatan tersebut banyak usulan yang dimunculkan oleh para kader NU dari berbagai profesi dan keahlian, mulai dari kesehatan, pendidikan tinggi, sosial dan ekonomi. Ada diantaranya, membangun rumah sakit tipe D NU, membangun perguruan tinggi NU, membangun swalayan NU dan masih banyak lagi.

Ada harapan yang amat tinggi tentunya kami sematkan kepada kandidat Ketua NU nantinya. Di usia 1 abad kelak, NU Kudus harus benar-benar merealisasikan beberapa rencana tersebut agar tidak menjadi sebatas wacana. Lalu siapakah kiranya yang bisa mengemban amanat untuk mewujudkan “mimpi” itu?

Tentu ini merupakan pertanyaan yang berat untuk dijawab. Dan hanya mereka yang punya hak pilih lah yang bisa “minceti” para kandidat yang ada dengan melihat sepak terjang dan pertimbangan lainya.

Ibarat kereta, PCNU Kudus merupakan lokomotif yang harus mampu menarik dan membawa gerbong-gerbongnya. Tentu bukan gerbong kosong, akan tetapi gerbong yang penuh dengan muatan potensi, aset dan seabrek daya materi maupun non materi serta program. Untuk merealisasikan mimpi di atas lokomotif NU tersebut akan melewati rel yang berkelok. Lima tahun tentu bukan waktu yang panjang untuk menyaipkan itu semua. Tetapi juga tidak terlalu pendek bila dijalankan sesuai rencana dan timeline yang terstruktur.

NU Kudus membutuhkan sosok masinis yang berjiwa muda dengan keahlian mengorganisir potensi yang dimilikinya. Lokomotif NU harus diservis agar tidak usang juga berkekuatan prima untuk menarik gerbong-gerbong yang ada. Tentu hanya masinis profesional yang bisa seperti itu.

Yaitu masinis punya lisensi dari pihak terkait (internal) untuk bisa mengoperasikan organisasi serta faham seluk-beluk yang terkait dengan lokomotif beserta gerbongnya. Ia juga harus mengetahui apa yang diinginkan oleh para awak gerbong beserta penumpangnya dengan cara turun langsung mengecek ke masing-masing gerbong yang ada. Artinya ia bukan hanya sekedar memberi instruksi kepada awak gerbong. Bahkan dalam kondisi tertentu ia harus bisa bermanuver dan berani mengambil keputusan tegas terkait langkah yang harus ia lakukan demi keberlangsungan dan keselamatan perjalanan kereta api yang ia kemudikan.

Oleh karena itu, sebagai kader ranting, kami sangat berharap PCNU kedepan bisa menarik, dan mengoperasikan kereta api secara utuh. Jangan sampai ada gerbong-gerbong yang tercecer dan rusak. Satu Abad nanti lokomotif NU harus bernas sehingga bisa menghantarkan gerbong beserta penumpangnya menuju tujuan yang telah dicita-citakan bersama.

#SalamKaderRanting

_*) Khifni Nasif, Ketua PRNU Ngembalrejo_

Comments