Dibarengkan Harlah ke-101 NU
Keluarga Besar Santri Assuyuthiyah Peringati Haul Pendiri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan

0
903
Para santri makan nasi secara kepungan dalam peringatan Haul mbah KH. Sayuthi Guyangan

PATI,Suaranahdliyin.comKeluarga besar santri Assuyuthiyah mengadakan acara bertajuk hurmat Haul Masayikh Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan, Trangkil, Pati. Rabu (31/1/2024).Secara khusus, mereka memeringati Haul KH. M. Salim Suyuthi dan  KH. M. Humam Suyuthi serta para pendidik, masayikh yang telah khidmah dan berjuang di Pesantren tersebut.

Informasi yang diterima suaranahdliyin.com menyebutkan kegiatan haul rutin digelar setiap bulan Rajab di komplek Maqbaroh Simbah Almaghfurlah KH. Suyuthi Abdul Qodir. Haul yang dibarengkan peringatan Hari lahir ke-101 itu, diawali pembacaan manaqib kubro dan tahlil bersama alumni, dan santri simbah Kiai Suyuthi Abdul Qodir.

Salah satu cucu mbah KH. Sayuthi, Gus Muhsin Sholeh mengatakan para santri dididik untuk selalu ingat akan jasa dan perjuangan Kiai. Apalagi Kiai Suyuthi mengajarkan jadi santri tidak perlu repot harus tirakat yang berlebih, ketika jadi santri tugasnya hanyalah belajar di madrasah dan oesantren.

“Tidak perlu melakukan hal-hal aneh yang diluar nalar, yang penting pintar, alim, dan menguasai ilmunya. ainsya Allah hidup menjadi berkah dan manfaat.”ujarnya.

Tahlil dan manaqib, dilaksanakan dengan penuh khusyuk, dengan ditutup doa oleh Gus Muhsin dan Gus Suyuti. Dan dilanjutkan makan bersama menikmati hidangan ingkung, dan nasi ambengan khas dengan konsep lesehan model Pesantren Nusantara.

“Kita patut bersyukur dan bangga akan kekompakan para Santri, yang ikut mensukseskan acara, dan sumbangsih tenaga, dan berkat yang dibawa untuk dinikmati dan membawa berkah setiap yang hadir di komplek Makam Simbah KH. Suyuthi Abdul Qodir.”kata Ketua panitia, Kang Roqib .

Sejumlah cucu Simbah Kiai Suyuthi yang hadir diantaranya, Gus Muhsin Sholeh, Gus Suyuti Salim, dan beberapa senior diantaranya; Kiai Irham Shodiq, Kiai Abdul Rohim, Gus Aslam Al-HAFIDH dan Gus Fikrul Umam.(Masseva/adb)

Comments