Jamaah Haji Asal Kudus Diminta Bawa Pesan Toleransi dari Sunan Kudus dan Sunan Muria

0
534
Pj Bupati Kudus saat menyampaikan sambutan dalam pendalaman Manasik Haji dan Praktik Manasik Haji bagi Jamaah Calon Haji di JHK, baru-baru ini

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pesan yang cukup penting disampaikan oleh Pj Bupati Kudus, Dr M Hasan Chabibie kepada pada jamaah calon haji asal Kabupaten Kudus yang tahun ini berangkat.

Pesan itu adalah berupa permintaan supaya para jamaah calon haji membawa pesan toleransi dari ajaran Kanjeng Sunan Kudus dan Kanjeng Sunan Muria.

Hal itu disampaikannya dalam pendalaman Manasik Haji dan Praktik Manasik Haji bagi Jamaah Calon Haji yang diselenggarakan di Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK) pada Senin-Rabu (13-15 Mei).

Dia menyampaikan, ibadah haji itu misteri Allah, yang diberikan secara indah kepada hamba-Nya. “Haji itu panggilan Allah. Seberapapun kita berusaha dengan berbagai macam cara, Allah yang punya hak memanggil kita,” tuturnya.

Sebagai tamu Allah, dhuyufurrahman, lanjutnya, maka cara terbaik memenuhi panggilan ini adalah dengan husnuddzan dengan cara Allah memanggil kita.

“Tidak semua orang kaya punya tiket untuk haji. Juga tidak semua warga miskin tertunda cita-citanya. Yang ada adalah misteri Allah. Kita diperjalankan ke Haramain dengan berbagai cara yang indah, dan ini adalah misteri yang luar biasa indah,” tuturnya.

Pj Bupati Kudus itu menegaskan, bahwa ibadah haji harus punya bekal agar proses ibadah menjadi lebih mudah.

“Haji harus siap fisik, mental dan juga sangu. Bapak Ibu yang sudah sepuh, jaga kesehatan, juga ingat batasan fisik, jangan ngoyo. Boleh semangat, tapi secukupnya, semampunya. Karena, jalan ibadah di tanah suci itu banyak sekali. Jadi, kita harus tahu batasan kemampuan fisik kita. Saatnya istirahat ya istirahat. Saatnya ngibadah ya ngibadah,” pesannya.

Dia menginformasikan, bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama, sudah memberikan pelayanan haji ramah Lansia, untuk membantu jamaah haji yang sudah sepuh.

Panjenengan semua kalau butuh bantuan, ya minta kepada petugas haji. Pelayanan petugas haji kita sudah sangat bagus. Haji ramah Lansia ini layanan dari Kementerian Agama dan petugas yang terlibat sudah sangat bagus,” katanya.

Dirinya pun berharap, jamaah calon haji dari Kudus menjadi contoh dan teladan di tanah suci untuk menebarkan pesan damai.

“Saya berharap Jamaah haji dari Kudus menjadi percontohan, sebagai teladan. Kita punya Sunan Kudus dan Sunan Muria, jadi Kudus ini punya budaya toleransi yang luar bisa. Maka, mari kita tunjukkan di Makkah-Madinah, bahwa warga Kudus ini suka membantu, toleran, yang punya waktu untuk terus berbuat baik,” terangnya.

Sementara itu, untuk informasi, tahun ini Kudus memberangkatkan sebanyak 1395 jamaah, yang terbagi dalam kloter 68, 69, 70, 71 dan 72. Sesuai jadwal, rombongan kloter awal berangkat dari Kudus pada 29 Mei, sedang kloter terakhir berangkat pada 30 Mei. (ros, rid, mail, luh/ adb, gie)

Comments