Hari Ini, RMI NU Jateng Gelar Naharul Ijtima’

0
794

SEMARANG,Suaranahdliyin.com – Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyan Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Jawa Tengah mengadakan kegiatan bertajuk Naharul Ijtima, Kamis (3/10/2019) hari ini. Kegiatan baru pertama kali ini berlangsung di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dengan menghadirkan Rais Am PBNU KH. Miftachul Akhyar.

Menurut sekretaris panitia KH. Ahmad Zaki Fuad, Naharul Ijtima’ merupakan ikhtiyar Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (asosiasi pondok pesantren) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah guna mempertemukan warga kultural dan struktural Nahdliyyin. Acara ini menjadi media untuk mendapatkan informasi yang aktual mengenai perkembangan Nahdlatul Ulama secara umum.

“Kami mengangkat tema “Silaturrahim Masyayikh Pesantren Nahdlatul Ulama Kultural dan Struktural Untuk Kemaslahatan Umat, Bangsa dan Negara”. Kiai-kiai sepuh dari cabang-cabang se Jateng dipastikan hadi,”ujarnya.

Ia menambahkan RMI PWNU Jateng mencari format pertemuan agar mampu mengumpulkan masyarakat secara luas bukan dalam kapasitas pengajian umum. Namun, pengajian jam’iyyah (keorganisasian) NU.

“Kalau mengambil waktu malam sudah ada Lailatul Ijtima’, sedangkan kebutuhan untuk menyosialisasikan informasi efektif dilakukan waktu siang. Harapan panitia agar warga NU banyak yang hadir dan mampu menjadi jembatan komunikasi, antara warga dan pengurus,”ungkap KH. Ahmad Zaki Fuad.

Terkait nama Naharul Ijitima’, wakil ketua RMI-NU Jateng KH. Ahmad Fadhlullah Turmudzi menjelaskan pihaknya terinspirasi pertemuan rutin yang telah diadakan RMINU Kendal periode 2008-2012. Kegiatan yang diadakan saat dirinya menjadi ketua RMI NU Kendal itu berkeliling ke tiap-tiap Majlis Wakil Cabang NU (MWCNU) se kabupaten Kendal.

“Kami pernah sowan kepada Gus Mus, kemudian beliau memberikan nama Naharul Ijtima’. Gus Mus  juga hadir secara pribadi beberapa kali putaran pertemuan untuk memberikan mauidhah hasanah untuk menyemangati warga NU berorganisasi,” terangnya.

Kemudian,lanjutnya, Naharul Ijtima’ ini diadakan dalam skala yang lebih luas pada pertemuan tingkat karesidenan. Tentu konsolidasi dan koordinasi RMI PWNU Jateng dengan RMI PCNU yang menjadi tuan rumah akan semakin erat.

“Apalagi RMI PWNU Jateng bertanggung jawab untuk mengembangkan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. “terang Gus Fadh , sapaan akrabnya.

Ssekretaris RMI PWNU Jateng Dr. KH. Abu Choir, MA menambahkan forum Naharul Ijtima’ akan banyak hal yang akan dibicarakan dengan cabang-cabang. Terlebih lagi, adanya Undang-Undang Pesantren yang sudah disahkan DPR dipastikan banyak pertanyaan penting dari pesantren.

“Kita (RMI) sebagai asosiasi pesantren akan berperan aktif,”tandasnya.

RMI NU Jateng dalam menyelenggarakan Naharul Ijtima’ bakal melibatkan warga nahdliyyin secara massal dengan menggandeng lintas sektoral. Hal ini, agar sentuhan tak hanya terkait kepesantrenan saja.

“Naharul Ijtima akan kita adakan juga di cabang-cabang. Harapannya, banyak ide-ide terobosan yang bisa ditangkap untuk bisa lebih memajukan pesantren secara umum.”ujar Abu Choir. [Zulfa/adb,ros)

Comments