H. Noor Yadi, Pengabdiannya Sarat Prestasi

0
241
KepalaMIN Kudus H.Noor Yadi (berdiri) saat menghadiri sebuah acara.

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Dalam dunia pendidikan, sosok satu ini memiliki catatan pengabdian yang luar biasa. Sejak menjadi guru biasa hingga kepala madrasah, selalu menorehkan banyak prestasi baik untuk dirinya, anak didik maupun lembaga pendidikannya.

Adalah H. Noor Yadi, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kudus tergolong sukses membawa kemajuan lembaga pendidikan yang ia jadikan tempat mengabdi. Riwayat kiprah perjuangannya patut menjadi inspirasi pejuang-pejuang pendidikan lainnya.

Beberapa prestasi pernah ia raih, antara lain juara 3 Guru PAI SD berprestasi Jateng (tahun 2007), juara pertama Kepala MI berprestasi Jateng (2014) dan juara 3 kepala MI berprestasi tingkat nasional (2014). Tidak hanya itu, madrasah yang ditempatinya selalu mendapat juara dalam event lokal maupun daerah.

Kepada suaranahdliyin.com, Noor Yadi menuturkan riwayat pengabdiannya di madrasah. Tahun 1991 usai  lulus PGAN, ia masuk sebagai guru wiyata bakti di MINU Miftahul Ma’arif Kaliwungu dan MINU Manafi’ul Ulum Getassrasbi Gebog.

“Awal masuk yang kami lakukan adalah membangun suasana senang (kerasan) bersekolah dengan mengaktifkan kegiatan ekstra kurikuler. Banyak kegiatan, belajar tidak monoton klasikal di dalam kelas dan madrasah jadi ramai dan diminati masyarakat,”ujarnya.

Noor Yadi (baju oren) menerima penghargaan Kepala MI terbaik tingkat Jateng tahun 2014 lalu

Berkat ketekunannya selama 6 tahun, Yadi mendapat kepercayaan sebagai Kepala MI NU Manafi’ul Ulum 01 Getassrabi tahun pelajaran 1997/1998. Kemudian tahun 2003, suami dari Hj. Eny Farida ini mendapat tugas Dinas dari Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama)  sebagai guru PAI di SD 2 Kaliwungu. Hingga 2008 -2013 pindah sebagai kepala MINU Basyirul Anam Jati dan sampai sekarang menjabat kepala MIN Kudus..

“Banyak peran dan dinamikanya selama memimpin madrasah, modalnya harus semangat berjuang, ikhlas, istiqomah dan tekun,”tandas Yadi yang alumnus S-2 Unwahas Semarang.

Menjadi guru PAI, menurut pandangannya, memegang peran penting dalam kegiatan keagamaan baik ke dalam maupun keluar selama pembelajaran. Tidak hanya menyampaikan materi kurikulum semata, melainkan juga menyelipkan materi pelajaran salaf, pengenalan pegon, bacaan fasholatan bagi kelas rendah dan praktik toharoh dan praktik ibadah sholat fardlu dan sunnah bagi kelas atas.

“Selama bertugas sebagai guru agama 5 tahun di SD, alhamdulillah telah berhasil membimbing siswa dan memenangi 4 tahun berturut-turut lomba keagamaan MTQ, MMQ. Kalau di MIN, puluhan prestasi diraih anak didik baik tingkat kecamatan maupun kabupaten,”tuturnya memberi contoh.

Dibalik kesibukannya sebagai kepala MIN Kudus, Noor Yadi termasuk juga aktif dalam organisasi sosial kemasyarakat terutama Nahdlatul Ulama. Semasa muda hingga sekarang, tercatat pernah menjadi  PR IPNU (1991-1993), PAC dan PC IPNU-IPPNU Kudus, PAC GP Ansor Kaliwungu.

Kemudian sekarang masih menjabat Ketua PR NU Kaliwung, Waket MWCNU, LP Ma’arif NU Kudus, Pengurus SMKNU 1 Ma’arif dan wakil ketua PGRI Cabang Kudus.

“Pengabdian kepada masyarakat melalui organisasi sangat  penting karena memiliki dampak positif baik untuk diri sendiri maupun organisasi,”tandas bapak dua anak yang tinggal di RT 3 RW 6 desa.Kaliwungu ini. (MQ. Adib)

Comments